Baru-baru ini Presiden Soeharto memberi petunjuk agar segera di-bentuk semacam panitya antar departemen untuk secara mendasar membicarakan pendidikan di SMP dan SMA sekarang menjadi SMP dan SMA Plus. Pemikiran ini disertai harapan agar setiap tamatan SMP atau SMA mempunyai keterampilan khusus bila langsung terjun bekerja di masyarakat, tanpa merasa harus melanjutkannya ke perguruan tinggi untuk mencapai gelar sarjana seperti terjadi sekarang ini. Meledaknya jumlah tamatan SMA dari tahun ke tahun dengan prosentasi sangat terbatas yang dapat tertampung di perguruan tinggi rupanya telah menyita perhatian dari berbagai pihak untuk mencari solusi dan alternatif pemecahannya. Tak terkecuali Bapak Presiden sendiri yang menaruh perhatian secara khusus. Ledakan tamatan SMA dari tahun ke tahun memang terasa seperti tidak terkendalikan lagi jumlahnya. Jumlah tamatan SMTA (sebagian besar diantaranya adalah SMA) untuk th 83/84 mencapai 429.000 orang. Tahun berikutnya, 84/85 meningkat menjadi 512.000 orang. Pada tahun ajaran 85/86 angka ini meningkat lagi menjadi 635.000 orang, dan tahun 86/87 nanti diprediksikan tamatan SMTA akan mencapai 800.000 orang. Sebuah deretan angka yang sungguh "memusingkan". Hanya sekitar 15% dari jumlah tersebut yang dapat tertampung pada PTN (Perguruan Tinggi Negeri), sekitar 23 % lainnya tertampung di PTS (Perguruan Tinggi Swasta) yang "skala bonafiditas"nya sangat bervareasi.
Copyrights © 1986