Dengan tanpa maksud untuk mengkultus-individukan seseorang maka ada baiknya setiap kita memperingati hari atau moment nasional senantiasa mengenang kembali tokoh yang berjasa dengan gerak perjuangannya. Dalam memperi-ngati Hari Pendidikan Nasional ini kita perlu mengenang kembali Ki Hadjar Dewantara dengan gerak perjuangannya, terutama sekali perjuangannya di jalur pendidikan. Sesungguhnya pendidikan bukan satu-satunya jalur yang menjadi media perjuangnya, karena sebelumnya Ki Ha-djar juga berjuang melalui jalur politik. Meski demikian di jalur pendidikan inilah perjuangan Ki Hadjar akhirnya banyak terfokuskan.Beliau memilih jalur pendidikan untuk mendewasakan bangsanya. Melalui jalur ini pula akhirnya lahir berbagai gagasan, pemikiran dan konsep-konsep yang mendorong bangsa kita menaruh perhatian lebih tajam da-lam upaya pencerdasan bangsa. Ki Hadjar lahir di Yogyakarta tanggal 2 Mei 1889 dan wafat pada tanggal 26 April 1959. Nama Ki Hadjar De-wantara mulai dipakai pada 3 Februari 1928 ketika beliau tepat genap berusia panca windu (empat puluh tahun) me-nurut perhitungan Tahun Caka; sebelumnya beliau dikenal dengan sebutan Soewardi Soerjaningrat. Sekitar enam bu-lan setelah kewafatannya, tepatnya 16 November 1959, ke-luarlah Surat Keputusan Presiden RI Nomer 316/1959 yang memutuskan hari lahir Ki Hadjar sebagai Hari Pendidikan Nasional sebagaimana yang senantiasa kita peringati pada setiap tahunnya sampai sekarang ini.
Copyrights © 1993