ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009

KIAT SUKSES MENJADI ENTREPRENEUR BAGI ORANG BIASA (17)

Suyanto, Mohammad (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Nov 2009

Abstract

Memulai bisnis tanpa uang tunai yang lainnya dalam bidang teknologi informasi adalah ketika saya mendirikan perusahaan PT. Time Excellindo, yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang Internet Service Provider (ISP). Pada saat AMIKOM Yogyakarta menyewa koneksi internet dengan bandwidth 512 KB (0,5 MB), saya memanggil salah satu karyawan Unit Pelayan Teknis (UPT) yang saya anggap dapat saya ajari berbisnis. Seperti tulisan saya sebelumnya, bahwa semua orang dapat menjadi pengusaha, maka saypun juga ingin membuktikan bahwa karyawan saya , yang ketika itu hanya karyawan rendahan, hanya lulusan SLTA, bukan sarjana, tetapi saya yakin bahwa dia dapat menjalankan bisnis seperti layaknya seorang pengusaha. Karyawan tersebut bernama Pak Hanafi.  ?Pak. Bisakah Anda berjualan bandwidth??, ?Asal saya diajari Pak Yanto, Insya Allah bisa? jawab Pak Hanafi. ?Caranya bandwidthnya AMIKOM kamu jual. Kalau ada yang membeli baru Pak Hanafi pesan bandwidth tambahan sebesar yang dibeli organisasi tersebut? kata saya dengan sedikit ceramah. ?Oh. Begitu ya Pak Yanto. Saya cobanya Pak? jawab Pak Hanafi. ?Pak Hanafi harus membidik pasar yang tidak terlalu repot, misalnya instanti, perguruan tinggi dan lain sebagainya, kalau dalam pemasaran namanya pasar industri atau pasar bisnis.? kata saya sedikit menggurui.  Pak Hanafi kemudian mempersiapkan segala perlengkapan agar dapat menjual bandwidth dengan baik. Meskipun dengan kantor seadanya dan karyawan dari mahasiswa AMIKOM, tetapi semangat Pak Hanafi yang menyala-nyala yang membuat tetap optimis. Ia berkeling dari instansi satu ke instansi lain dan dari perguruan tinggi satu ke perguruan tinggi lainnya. ?Susah ya Pak Yanto. Saya belum berhasil? kata dia sedikit mengeluh. ?Pengalam saya. Kalau Pak Hanafi telah datang pada 100 instanti atau perguruan tinggi, Insya Allah satu atau dua akan pesan bandwidth pada Pak Hanafi? kata saya sambil membagi sedikit pengalaman. ?Saya coba lagi Pak. Mohon doanya? jawabnya sambil berpamitan untuk menawarkan bandwidth kembali. Akhirnya, setelah banyak instanti atau perguruan tinggi yang didatangi, ada juga yang meminta mengajukan proposal penjualan bandwidth. Institusi pertama, yang percaya dengan Pak Hanafi tersebut adalah PPPG Kesenian, Dalam tahun pertama dengan bisnis tanpa uang tunai tersebut, ternyata dapat menghasilkan penjualan sekitar Rp. 200 juta. Ahirnya kita dirikan PT. yang secara hukum dapat dipertanggungjawabkan, yaitu PT. Time Excellindo. Saya sedikit bermimpi, bahwa perusahaan ini kelak menjadi perusahaan seperti Time Warner. Ketika Pak Hanafi bertemu dengan kawan-kawannya yang juga mengelola ISP, mengatakan bahwa ?Pasti Time Excellindo besar. Pemodalnya kuat. AMIKOM?. ?Pak Hanafi menanggapi sambil tersenyum sambil mengatakan ?Yang kuat bukan modalnya, tetapi pendidikan bisnisnya.?             Dalam tahun kedua, penjualannya meningkat tajam, atau meningkat lima kali lipat sehingga mencapai Rp. 1 milyar. Pak Hanafi usul ?Pak Yanto. Bagaimana kalau kita buka toko komputer? Kadangkala proyek-proyek itu juga membutuhkan komputer?. ?Silakan saja? jawab saya. Tahun ketiga, penjualannya mencapai Rp. 3 milyar, dan tahun keempat telah menembus angaka Rp. 5 milyar dan sekarang telah mencapai lebih dari Rp. 10 milyar.  Kesemuanya dapat dibangun dengan memulai bisnis tanpa uang tunai. Pelajaran sederhana ini mudah-mudahan dapat memberi inspirisai kita semua, meskipun hanya kecil sekali.

Copyrights © 2009