Pada masa sekarang perusahaan tidak dapat lagi hanyamemusatkan perhatian pada pasar domestik mereka, betapa pun besarnya pasar ini. Banyak industri yang merupakan industri dunia, dan perusahaan yang beroperasi secara global akan mempunyai tingkat biaya yang lebih rendah serta kemasyhuran merek yang lebih luas. Tindakan-tindakan proteksi hanya mampu memperlambat masuknya produk-produk unggul: cara bertahan terbaik adalah dengan menyerbu seluruh dunia. Sekaligus, pemasaran global mengandung risiko besar karena fluktuasi mata uang, pemerintah yang tidak stabil, hambatan kaum proteksionis, biaya adaptasi produk dan komunikasi yang tinggi, serta beberapa faktor lain. Namun demikian, daur hidup produk internasional memberikan dukungan terhadap gagasan bahwa keunggulan komparatif di banyak industri akan berpindah dari negara biaya tinggi ke negara biaya rendah, dan karenanya perusahaan tidak dapat sekadar bertahan di pasar domestik dan berharap dapat mempertahankan pasar mereka. Langkah pertama adalah memahami lingkungan pemasaran internasional, khususnya sistem perdagangan internasional. Dalam mempertimbangkan pasar asing tertentu, karakteristik ekonomik, hukum politik serta budayanya harus diperhitungkan. PT Sorini Corporation merupakan perusahaan yang menghasilkan sorbitol (monosakarida polyhdric alcohol), yang merupakan bahan baku farmasi, pasta gigi, kosmetik dan sebagainya. PT Sorini Corporation mula-mula mempertimbang pasar yang mempunyai harga sorbitol tertinggi di dunia, yaitu Jepang. Kedua, perusahaan harus mempertimbangkan berapa besar proporsi penjualan di pasar asing terhadap sasaran total penjualannya, apakah perusahaan akan melakukan bisnis di beberapa negara saja atau di banyak negara dan negara seperti apa yang akan dimasuki. Pasar sorbitol di Jepang saja mencapai 400.000 metrik ton. PT Sorini hanya mampu mengekspor 4.000 metrik ton atau % saja. Pasar ekspor Sorini saat ini adalah Jepang (15%), Brazil (14%), Vietnam dan Amerika (12%) serta Nigeria (11%). Untuk pasar Uni Eropa dengan Common Agriculture Policy, semua produk pertanian dan produk turunan dengan bahan baku pertanian masih diproteksi. PT Sayap Mas Utama yang bermula dari Kongo, saat ini pasar ekspornya Nigeria (25 %), Filipina (18%), Kongo (12%), Angola (8 %), Ghana (6 %), Jepang (4%), Malaysia (4%), Thailand (3 %) dan Kamerun (3%). Sisanya, beberapa negara lain di Asia, Afrika, Eropa dan kawasan Pasifik.
Copyrights © 2007