Telah terbuktikan oleh sejarah bahwa perjalanan Tamansiswa telah melewati dua jaman sekaligus; masing-masing adalah jaman prakemerdekaan dan jaman kemerdekaan. Ketika berada dalam jaman prakemerdekaan Tamansiswa harus berhadapan dengan pemerintah kolonial yang orientasinya sangat jelas, yaitu ingin menghancurkan eksistensi; sementara itu ketika berada di dalam jaman kemerdekaan Tamansiswa harus berhadapan dengan pemerintah republik yang orientasinya terkadang tidak jelas antara memajukan dengan memarginalisasi eksistensi dan peran. Pada saat melewati jaman prakemerdekaan, Tamansiswa per-nah mengalami masa keemasannya. Di jaman ini Tamansiswa memiliki kemerdekaan penuh untuk mengembangkan diri sesuai dengan visi dan misi yang diembannya tanpa harus diatur-atur dan ditelikung oleh berbagai peraturan yang dikenakan oleh pemerintah; dalam hal ini ialah pemerintah kolonial. Memang peraturan pemerintah sangat mematikan kreativitas akan tetapi Tamansiswa dengan gagah berani senantiasa melawannya. Efektivitas pendidikan Tamansiswa ketika itu sungguh tidak bisa diragukan oleh siapa pun; bahkan pemerintah kolonial benar-benar gentar akan kekuatan dahsyat Tamansiswa yang terbuktikan dengan lahirnya para pemikir pejuang dan pejuang pemikir bangsa. Peristiwa Onderwijs Ordonnantie (OO) Tahun 1932 merupakan bukti sejarah atas sikap pemerintah kolonial yang mencerminkan ketakut- an luar biasa terhadap sepak terjang Tamansiswa di dalam kancah pendidikan dan perpolitikan di tanah air. Tamansiswa telah memainkan fungsi pendidikan secara memadai yang berdampak secara konstruktif terhadap perkembangan politik nasional.
Copyrights © 2001