Apabila dapat diibaratkan sebagai "manusia", maka dewasa ini sekolah kejuruan (vocational school) di negara kita tengah mengalami "penyakit 4-L", ialah lesu, lemah, letih dan lelah . Produktivitas yang semakin terbatas, profesionalitas lulusan lembaga yang semakin disangsikan masyarakat dan para pengguna tenaga kerja, popularitas lembaga yang semakin menurun, tingkat pengangguran hasil didik yang relatif tinggi serta rendahnya minat memasuki sekolah kejuruan adalah merupakan indikator-indikator merosotnya "citra" sekolah kejuruan dimata masyarakat. Seorang ahli pendidikan baru-baru ini justru telah mengatakan bahwa misi sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil menengah telah gagal, yang terjadi hanyalah berupa pemborosan pendidikan. Hal tersebut memang benar adanya, apabila misi sekolah kejuruan guna memproduksi tenaga kerja yang "terdidik dan terampil" telah gagal maka otomatis pemborosan pendidikan tak akan dapat dielakkan lagi. Hal ini terjadi oleh karena investasi pada sekolah kejuruan (vocational school) jauh lebih besar bila dibandingkan dengan investasi pada sekolah umum (general school).
Copyrights © 1985