ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1986: HARIAN SUARA MERDEKA

DIKOTOMI SEKOLAH UMUM DAN KEJURUAN

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
15 Jun 2010

Abstract

       Dalam sejarah pendidikan di negara kita terdapat sebuah catatan yang cukup unik, ialah tentang ketidakse-imbangan jumlah siswa sekolah umum dengan jumlah siswa sekolah kejuruan. Di tengah-tengah gencarnya usaha pemerintah untuk menciptakan tenaga terampil tingkat me-nengah melalui sekolah kejuruan ternyata jumlah siswa sekolah kejuruan hampir "tidak berarti" bila dibanding dengan jumlah siswa sekolah umum.       Menurut catatan pemerintah pada awal tahun REPE-LITA III jumlah siswa SMTP (Sekolah Menengah Tingkat Pertama) menunjukkan angka 2.983 ribu orang,  terdiri dari SMTP Umum sebanyak 2.895 ribu orang (97,05%) dan SMTP Kejuruan sebanyak 88 ribu orang (2,95%).  Pada akhir ta-hun REPELITA III jumlah siswa SMTP meningkat menjadi 4.713,3 ribu orang yang terdiri dari SMTP Umum sebanyak 4.629,5 ribu orang (98,22%) dan SMTP Kejuruan sebanyak 83,8 ribu orang (1,78%).       Untuk tingkat SMTA (Sekolah Menengah Tingkat Atas) didapati ratio yang hampir sama.       Pada awal tahun REPELITA III (th79/80) terdapat siswa SMTA yang jumlahnya mencapai 1.574 ribu orang, terdiri dari siswa SMTA Umum (SMA) sebanyak 843 ribu o-rang (53,56%), dan siswa SMTA Kejuruan (STM, SMEA, SKKA, SPMA, dsb)  sebanyak 489 ribu orang (31,07%) serta siswa SPG/SGO (Sekolah Pendidikan Guru/Sekolah Guru Olah Raga) sebanyak 242 ribu orang (15,37%).  Sedangkan pada akhir tahun REPELITA III (th 83/8) terdapat 2.489,6 ribu orang siswa SMTA yang terdiri dari siswa SMTA Umum sebanyak 1.696,9 ribu orang (68,16%), SMTA Kejuruan 551,7 ribu orang (22,16%) serta siswa SPG/SGO sebanyak 241 ribu o-rang (9,68%).

Copyrights © 1986