Dalam sejarah pendidikan di negara kita terdapat sebuah catatan yang cukup unik, ialah tentang ketidakse-imbangan jumlah siswa sekolah umum dengan jumlah siswa sekolah kejuruan. Di tengah-tengah gencarnya usaha pemerintah untuk menciptakan tenaga terampil tingkat me-nengah melalui sekolah kejuruan ternyata jumlah siswa sekolah kejuruan hampir "tidak berarti" bila dibanding dengan jumlah siswa sekolah umum. Menurut catatan pemerintah pada awal tahun REPE-LITA III jumlah siswa SMTP (Sekolah Menengah Tingkat Pertama) menunjukkan angka 2.983 ribu orang, terdiri dari SMTP Umum sebanyak 2.895 ribu orang (97,05%) dan SMTP Kejuruan sebanyak 88 ribu orang (2,95%). Pada akhir ta-hun REPELITA III jumlah siswa SMTP meningkat menjadi 4.713,3 ribu orang yang terdiri dari SMTP Umum sebanyak 4.629,5 ribu orang (98,22%) dan SMTP Kejuruan sebanyak 83,8 ribu orang (1,78%). Untuk tingkat SMTA (Sekolah Menengah Tingkat Atas) didapati ratio yang hampir sama. Pada awal tahun REPELITA III (th79/80) terdapat siswa SMTA yang jumlahnya mencapai 1.574 ribu orang, terdiri dari siswa SMTA Umum (SMA) sebanyak 843 ribu o-rang (53,56%), dan siswa SMTA Kejuruan (STM, SMEA, SKKA, SPMA, dsb) sebanyak 489 ribu orang (31,07%) serta siswa SPG/SGO (Sekolah Pendidikan Guru/Sekolah Guru Olah Raga) sebanyak 242 ribu orang (15,37%). Sedangkan pada akhir tahun REPELITA III (th 83/8) terdapat 2.489,6 ribu orang siswa SMTA yang terdiri dari siswa SMTA Umum sebanyak 1.696,9 ribu orang (68,16%), SMTA Kejuruan 551,7 ribu orang (22,16%) serta siswa SPG/SGO sebanyak 241 ribu o-rang (9,68%).
Copyrights © 1986