Bahwasanya pendidikan berpengaruh pada kehidupan sosial budaya masyarakat kiranya memang tidak terelakkan lagi. Secara teoretik pembangunan pendidikan akan dapat memunculkan harmonisasi sosial maupun disharmonisasi so-sial. Formulasinya sbb: apabila makin tinggi pendidikan seseorang mendapat penghargaan yang makin tinggi dalam dunia kerja dan hubungan sosial maka yang terjadi adalah harmonisasi sosial, sebaliknya apabila makin tinggi pen-didikan seseorang mendapat penghargaan yang makin rendah dalam dunia kerja dan hubungan sosial maka yang terjadi adalah disharmonisasi sosial (Holland, 1985: 15-30). Teori Holland tersebut di atas diacu dalam sistem ketenagakerjaan. Dalam struktur ketenagakerjaan di Indo-nesia maka seorang profesional (ekuivalen dengan lulusan pendidikan tinggi) mendapat tempat kedudukan yang lebih tinggi daripada seorang terampil (ek. lulusan pendidikan menengah), dan seorang terampil berada di atas seorang yang tidak terampil (ek. lulusan pendidikan dasar). Dunia kerja kita menghargai pendidikan di samping juga pengalaman kerja. Penghargaan pada pengalaman kerja ini sesungguhnya juga merupakan pencerminan penghargaan terhadap pendidikan karena di dalam masa kerja seseorang terkandung proses pendidikan dan penerampilan diri.
Copyrights © 1993