Barangkali tidak ada yang tidak sependapat untuk menyatakan bahwa sekarang ini tengah terjadi pergeseran persepsi terhadap profesi guru secara evolutif; perlahan tetapi terus berproses. Terjadinya pergeseran persepsi ini dikarenakan adanya hubungan resiprokal antara persepsi itu sendiri di satu pihak dengan perilaku guru di ma-syarakat pada pihak yang lain. Profesi guru, yang tempo dulu pernah didudukkan pada strata singgasana oleh masyarakat, sekarang ini nampaknya sudah tidak lagi. Tempo dulu para guru sepertinya bukan menjadi kelompok biasa di dalam masyarakat, dalam konotasi yang positif, sebab memiliki status sosial yang benar-benar terhormat. Di berbagai tempat guru dianggap sebagai "sesepuh", tempat mana masyarakat memercayakan sebagai tumpahan berbagai persoalan sosial untuk mencari solusinya. Begitu konstruktifnya persepsi masyarakat ter hadap profesi guru maka seandainya di negara kita, waktu itu, diadakan survei tentang tokoh nonformal di masyara-kat (nonformal leader) maka hampir bisa dipastikan bahwa guru akan menjadi kelompok dominan dalam respondennya. Itulah gambaran guru tempo dulu, yang barangkali sekarang ini tinggal menjadi kenangan manis. Apakah saat ini gambaran guru tersebut telah mengalami transformasi? Barangkali ada benarnya! Meski guru tetap saja menjadi "pahlawan tanpa tanda jasa" akan tetapi persepsi masyara kat terhadapnya tidak lagi sekonstruktif dulu; meskipun juga jangan diinterpretasi sebagai persepsi destruktif.
Copyrights © 1991