Tiga kali berpartisipasi dan tiga kali pula tidak sanggup berprestasi. Itulah nasib pelajar Indonesia yang dikirimkan pada forum olimpiade Matematika tingkat dunia yang hanya diselenggarakan satu kali dalam setiap tahun; disebut International Mathematics Olympics (IMO). Forum IMO diikuti oleh para pelajar yang berasal dari sekitar 50 negara; dan untuk pertama kalinya pelajar Indonesia mengambil bagian dalam IMO tahun 1988 yang lalu yang berlangsung di Canbera, Australia. Satu tahun berikutnya, tahun 1989, pelajar Indonesia kembali berpartisipasi pada IMO yang dilangsungkan di Braunschweig, Jerman Barat; dan pada tahun 1990 ini pelajar Indonesia kembali berpartisipasi pada kegiatan IMO yang dilangsungkan di Beijing, China. Hasilnya .....? Ternyata pelajar Indonesia selalu mendapatkan juara; akan tetapi dari urutan terbawah. Di Australia (1988) pelajar kita menduduki ranking pertama dari bawah, selanjutnya di Jerman Barat (1989) pelajar kita menduduki ranking kedua juga dari bawah; sedangkan di China (1990) pelajar kita kembali menduduki ranking kedua, juga dari bawah.
Copyrights © 1990