ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1992: HARIAN SUARA KARYA

"MISTERI" KURSI KOSONG PTN

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Apr 2010

Abstract

       Untuk memulai tulisan ini pembaca akan saya ajak membuka lembaran sejarah pendidikan tinggi kita beberapa tahun yang lalu. Pada tahun 1985 ketika Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di negara kita mengaplikasi Pola Sipenmaru dalam sistem seleksi masuk perguruan tinggi bagi kandidat mahasiswa barunya maka terjadilah peristiwa akademik yang hampir tidak diperhitungkan sebelumnya; yaitu terjadinya "misteri" kursi kosong yang tidak berpenghuni.         Sipenmaru 1985 diikuti oleh sebanyak 512.050 calon mahasiswa untuk berkompetisi saling memperebutkan 71.280 kursi kuliah yang disediakan PTN; tiap kursi kuliah ra-ta-rata diperebutkan oleh tujuh atau delapan calon. Dari deretan angka ini tergambarkan ketatnya kompetisi untuk memasuki PTN saat itu;  meskipun demikian ternyata tidak seluruh calon mau menggunakan haknya untuk belajar pada PTN. Klarifikasinya sbb: setelah PTN menseleksi dan meng umumkan para calon yang dinyatakan diterima ternyata tak semua calon yang "beruntung" ini  mau mendaftarkan ulang (her-registrasi) sehingga haknya untuk menjadi mahasiswa PTN terpaksa dibatalkan. Rasanya memang aneh; untuk bisa memasuki PTN harus melewati kompetisi yang ketat, tetapi setelah diterima tidak mau mendaftar ulang.          Akibat peristiwa tersebut di atas maka terjadilah kursi kosong yang waktu itu menjadi semacam misteri; dan jumlahnya pun relatif tidak sedikit, 2.128 kursi kosong. Untuk mengisi kekosongan ini terpaksa diselenggarakanlah seleksi mahasiswa baru gelombang ke-2  khusus bagi IKIP, karena  kursi kosong ini terjadi di lingkungan IKIP; hal yang sebelumnya hampir tak pernah terjadi pada PTN.

Copyrights © 1992