ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1992: HARIAN SURABAYA POS

PAPE DAN PENDIDIKAN SWASTA

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2010

Abstract

       Kalau tidak ada aral melintang maka tepat tanggal 18 s/d 21 September 1992 ini akan dilangsungkan konggres PAPE, Pan Pacific Association of Private School Educa-tion. Untuk kali ini merupakan konggres yang ke-XIV dan diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Dari Indonesia kebetulan saya mendapatkan undangan untuk hadir dan sekaligus memberikan kontribusi pemikiran saya di dalam forum akademik di tingkat internasional itu.          PAPE merupakan organisasi internasional yang berupaya menghimpun "kekuatan" pendidikan bangsa-bangsa di lingkungan Pasifik. Tempat lahir PAPE adalah di Jepang; dan secara historis lahirnya PAPE memang tidak dapat di-pisahkan dari keberhasilan Jepang dalam mengadaptasi dan menginovasi sistem pendidikan Barat.Setelah perang dunia ke-2 selesai maka secara bersungguh-sungguh Jepang sege-ra membenahi sistem pendidikannya,  dari sistem yang tra disional dan konvensional menuju sistem yang modern yang kiblatnya ada di Barat, terutama Amerika Serikat (AS).          Awalnya banyak pengamat pendidikan yang memperki-rakan bahwa cepat ataupun lambat Jepang akan kehilangan akar budayanya karena secara terang-terangan mengacu sis tem pendidikan Barat yang menurut ukuran saat itu tergo-long sangat modern;  hal ini terjadi pada Dinasti Meiji. Kenyataannya perkiraan tersebut meleset; dan sampai saat ini Jepang tidak pernah kehilangan akar budayanya, meski sistem pendidikan "Barat"-nya juga berhasil mengangkat bangsa Jepang dari keterbelakangan.

Copyrights © 1992