Tulisan Dr. Sukardi, M.Ed, M.Sc. yang mengambil titel "Haruskah Sekolah Kejuruan Diserahkan ke Depnaker" (KR, 28/11/88) yang merupakan responsi dari penurunan hasil wawancara KR terhadap saya tentang pengelolaan sekolah kejuruan kiranya memang perlu dibaca; terutama bagi para para pengelola sekolah kejuruan kami sarankan untuk "menekuni" tulisan tersebut. Pada beberapa bagian dari tulisan tersebut memang kurang bersifat argumentatif, bahkan sangat tidak "pas", seperti pada ilustrasi tentang penyelenggaraan sekolah kejuruan di Amerika Serikat, tetapi secara keseluruhan tulisan tersebut akan membantu kita memperluas cakrawala; di samping tulisan itu juga mencerminkan adanya "sense of responsibility" dari sebagian para pengelola sekolah kejuruan di lingkungan Depdikbud. Dari berbagai kesamaan kepentingan antara seorang pengamat dengan seorang jurnalis memang sering muncul perbedaannya. Hal-hal esensial yang menarik bagi seorang pengamat belum tentu akan menarik buat seorang jurnalis; sebaliknya hal-hal yang kurang menarik bagi seorang pengamat akan tetapi karena sifatnya yang publikatif maka akan menjadi sangat menarik bagi seorang jurnalis. Tentu hal tersebut dapat kita terima. Setiap kata dan kalimat yang disajikan oleh seorang jurnalis memang dituntut mampu menjadi "attention catcher" bagi para pembacanya; demikian menurut teori komunikasi massa.
Copyrights © 1988