Allah dan Rasul-Nya tidak menghendaki untuk menumpuk dan menimbun harta, dan menganjurkan membelanjakannya serta mengancam bagi yang tidak mau membelanjakannya. Dalam Al-Baqarah ayat 254 :?Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (dijalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat.?adalah membelanjakannya. Demikian pula dalam surat Al-Munaafiquun ayat 10, ?Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu; lalu ia berkata, ?Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh??. Rasulullah bersabda,? orang-orang yang memiliki emas dan perak, sementara mereka tidak memberikan hak-haknya, maka baginya di hari kiamat nanti akan dibentangkan batu dari api neraka yang dipanaskan di dalam api neraka Jahannam, dan akan diseterika dengan batu itu dibagian sampingnya, dahi dan punggungnya. Setiap terasa dingin , maka akan diulangi lagi untuk dipanaskan. Yaitu dihari di mana hitungan waktunya lima puluh ribu tahun sampai dua diadili di antara hamba-hamba Allah. Maka, setelah itu baru dia mengetahui jalan yang akan ditujunya, entah itu ke surga atau ke neraka.? (Muslim). Setiap bentuk harta yang dimiliki oleh manusia, akan menjadi azab baginya di hari kiamat-kalau tidak dikeluarkan zakatnya, walaupun dia mengeluarkan zakat untuk jenis barang yang lain. Hadits ini mengandung ancaman yang keras bagi yang tidak menunaikan haknya berupa siksa neraka dengan hitungan waktu yang sangat panjang. Pada suatu saat ada seseorang yang datang kepada Nabi s.a.w. dan berkata ?Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?? Rasulullah bersabda,?Kamu sedekah di kala kamu dalam keadaan sehat; dan kamu dalam keadaan kikir karena kamu merasa takut miskin dan selalu berkeinginan untuk kaya. Janganlah kamu menunda-nunda sampai jika maut sudah datang di kerongkongan baru kamu berkata, ? Untuk si Fulan sekian, dan untuk si Fulan sekian, dan untuk si Fulan sudah.? (Bukhari). Dari hadits tersebut, Rasulullah s.a.w. menganjurkan bersedekah dalam keadaan sehat dan dalam keadaan kikir. Hal itu karena banyak dari orang-orang kaya yang kikir untuk mengeluarkan dari apa yang dimilikinya selama mereka dalam keadaan sehat; dan selalu saja berkeinginan untuk kekal selamanya dan mereka merasa takut akan menjadi miskin. Karena itu, barang siapa yang mampu melawan setannya dan mengalahkan jiwanya untuk mendapatkan pahala di akhirat, maka sesungguhnya dia adalah orang yang menang. Rasulullah s.a.w. juga menganjurkan untuk menginfakkan harta semasih hidup, daripada dilakukan ketika datang saat datang kematian. Sebaliknya orang yang memberikan hartanya di jalan Allah akan diberikan balasan berupa surga. Firman Allah :?Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa serta membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan, hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.? (al-Lail : 10).
Copyrights © 2009