Kaum ?Aad atau ?Ad merupakan suku Arab kuno yang dipimpin oleh ?Ad ibn Kin?ad. Menurut Muhammad bin Ishaq, kaum ?Aad tinggal di daerah Al Ahqaf, daerah sebelah barat Oman dan sebelah timur Yaman, membentang dari Laut Arab sampai Pegunungan Dhofar dan pinggiran Rub` al-Khali. Kaum ?Aad, baik sebagai suku atau kelompok, dengan pemimpin Ad bin Kin?ad hidup dari 2400 SM sampai 1000 SM, Aldan Khuljan yang dikenal dengan kaum Persia dan Hadramaut hidup dari 400 SM sampai 300 SM dan Shaddad yang dikenal dengan kaum Himyar sebagai pemimpin terakhir kaum ?Aad hidup dari abad pertama Masehi sampai abad keenam Masehi. Menurut Ptolomeus, bangsa ?Aad beribukota di Iram, Ubar, Wabar atau Kota Seribu Pilar. Iram merupakan pusat kota perdagangan padang pasir Rub` al-Khali di bagian selatan Semenanjung Arabia. Pusat perdagangan di kota ini berlangsung dari abad ke-3 SM sampai abad pertama Masehi. Perdagangan yang dilakukan oleh kaum ?Aad bertumpu pada perdagangan kemenyan (frankincense) yang pada waktu merupakan produk yang harganya mahal. Menurut catatan sejarah, hal tersebut menjadi orang-orang ?Aad memperoleh kekayaan yang luar biasa dari perdagangan dengan daerah pesisir dan merupakan pusat penduduk di Timur Tengah yang sejajar dengan Eropa. ?Dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan dunia? (Al Mukminun : 33). Hasil perdagangan tersebut mampu membuat membuat bangunan-bangunan tinggi yang menjulang yang belum pernah dibangun oleh kaum lain. Hal ini disebutkan dalam Al Qur?an surat Al Fajr ayat 6-8 : Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhan berbuat terhadap kaum ?Aad?. (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi yang belum pernah dibangun(suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain. Kaum ?Aad hidup pada masa Nabi Hud dan kaum ?Aad sebagai penyembah berhala dan kaum yang mempunyai kekuatan yang luar biasa. Kemudian Allah SWT mengutus Nabi Hud untuk menyembah Allah kepada mereka. Dalam Al Qur?an surat Al A?raaf ayat 65 : Dan (Kami telah mengutus), kepada kaum ?Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata ?Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selainNya. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa kepada-Nya. Dalam surat Huud ayat 50-52 : Dan kepada kaum ?Aad (Kami telah mengutus) saudara mereka, Hud. Ia berkata ?Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidaklah kamu memikirkan(nya). Dan (dia berkata): ?Hai kaumku mohonlah ampunan pada Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.? Kaum ?Aad yang disebutkan dalam Al-Qur?an ini, adalah kaum yang menolak ajakan Nabi Hud untuk menyembah Allah dan tidak mempercayai perkataan Nabi Hud. Bahkan pemimpinnya yang kafir menganggap Nabi Hud adalah kurang akal dan berdusta. Al-Qur?an surat Al A?raaf ayat 66 : Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: ?Sesungguhnya kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta?.
Copyrights © 2008