Sekitar satu tahun yang lalu saya pernah "dibawa" ke suatu desa di Kabupaten Jembrana, Bali. Adapun maksud "pembawaan" saya ini -bersama dengan teman-teman dari BKKBN Pusat, USAID, dan World Bank- adalah untuk ditunjukkan bahwa di tempat ini pelayanan Keluarga Berencana (KB) sudah sampai di tingkat bawah; desa dan dusun. Keadaan tersebut di atas sebenarnya bukan barang baru bagi saya sebab di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saya juga melaksanakan eksperimentasi tentang pendekatan pelayanan KB pada kelompok masyarakat yang berada pada lapisan yang paling bawah, baik dalam artian fisik-geo- grafis maupun sosial. Benar atau salah mungkin apa yang terjadi di Bali dan DIY telah memberikan kontribusi inspirasi mengenai ide pemanfaatan Koperasi Unit Desa (KUD) sebagai pusat pelayanan KB bagi masyarakat pedesaan. Baru-baru ini Presiden Soeharto telah memberikan "lampu hijau" atas keterlibatan KUD dalam upaya memberi-kan pelayanan KB kepada masyarakat pedesaan; demikianlah informasi kebijakan di bidang per-KB-an yang dikomunika-sikan oleh Kepala BKKBN, Haryono Suyono, sesaat setelah menghadap Presiden Soeharto di Istana Merdeka Jakarta..lh8
Copyrights © 1991