Beberapa PTS (Perguruan Tinggi Swasta) yang berdomisili serta beraktivitas di Yogyakarta baru-baru ini telah menerima bantuan dari pemerintah yang hampir seluruhnya berupa bantuan fisik, dari yang bernilai 1 juta rupiah sampai dengan bantuan gedung yang bernilai hampir 75 juta rupiah. Dalam kasus bantuan tersebut di atas tentu bukan dalam hal besar nilai rupiahnya saja yang harus kita perhatikan, lebih daripada itu yang tidak kalah pentingnya lagi ialah 'besarnya perhatian pemerintah' terhadap Perguruan Tinggi Swasta kita pada umumnya. Dengan demikian adanya semacam slogan bahwa PTS adalah merupakan pasangan PTN dalam memajukan bangsa dan negara akan terealisasi semakin mantab lagi. Tetapi di balik itu semua ternyata ada satu hal yang amat menarik dari apa yang telah dikemukakan oleh Dirgutiswa (Direktur Perguruan Tinggi Swasta), Prof. Ir. Soekisno Hadikoemoro, di dalam acara penyerahan bantuan tersebut di kantor Kopertis Wilayah V baru-baru ini. Beliau mengemukakan bahwa dalam kondisi seperti yang ada saat ini adalah sangat berat untuk melahirkan mahasiswa-mahasiswa dari universitas swasta yang bermutu. Lebih lanjut kemudian Pak Kisno menunjuk bahwa jumlah dosen tetap pada PTS serta motivasi mahasiswa untuk memasuki PTS yang dipandang kurang kuat merupakan bagian dari penyebabnya. Hal ini memang menarik untuk kita simak bersama sebab sampai sekarang ini memang masih banyak dari masyarakat kita yang suka 'gebyah uyah' (menggeneralisasi) bahwa mutu mahasiswa PTS tentu dan pasti lebih rendah dibanding mahasiswa PTN, dan berita ini tentu bisa membuat tersenyum di kulum.
Copyrights © 1984