Beberapa bulan yang lalu Indonesia, yang di dalam hal ini Presiden RI Soeharto, mendapatkan kunjungan para tamu terhormat Julius K. Nyerere dan kawan-kawannya. Ke-hadiran Nyerere waktu itu bukan bertindak sebagai mantan Presiden Tanzania, akan tetapi membawakan diri dalam ka-pasitasnya sebagai pucuk pimpinan 'South Commission'. Seperti kita ketahui South Commission merupakan organisasi pendidikan bertaraf internasional yang anggo-tanya terdiri dari negara-negara "Selatan" yang hampir seluruhnya masuk pada kelompok negara sedang berkembang. Adapun salah satu tujuan dibentuknya organisasi pendidik an ini adalah menghimpun kekuatan negara-negara anggota untuk menentukan nasib bangsanya sendiri melalui penga-plikasian kebijakan-kebijakan pendidikan yang relevan dengan karakteristik dan akar budaya masyarakatnya. Kedatangan Nyerere pada waktu itu adalah untuk mengkomunikasikan strategi South Commission dalam rangka menghadapi era globalisasi dunia dalam sebuah formulasi yang disebut dengan "Challenge to The South". Formulasi ini merupakan hasil jerih payah 26 pakar pendidikan yang berasal dari negara-negara yang bergabung di dalam South Commission. Dalam menghadapi globalisasi dunia saat ini maka kerja sama "Selatan-Selatan" makin diperlukan saja. Berkaitan dengan itu maka Nyerere menghimpun kawan-kawan dari negara-negara senasib guna bertukar pengetahuan dan pengalaman; yang akhirnya berhasil menyusun formulasi untuk membangun negara-negara "Selatan".
Copyrights © 1990