Semenjak kapankah Cina menginginkan kembalinya Hong Kong ke pangkuannya? Jawabnya adalah sejak detik pertama diserahkannya pulau tersebut kepada pemerintah kolonial Inggris. Kenapa demikian? Karena sejak awalnya penyerahan Hong Kong kepada Inggris tersebut merupakan alternatif terbaik dari pilihan-pilihan jelek yang ada pada waktu itu. Tegasnya: Hong Kong diserahkan pada pemerintah Inggris dalam keadaan yang sangat terpaksa. Jadi wajarlah kalau semenjak itu pula pemerintah Cina sudah menginginkan kembali. Pembicaraan serius tentang pengembalian Hong Kong pun sudah dilakukan sejak lama akan tetapi pembicaraan yang efektif barangkali baru dilaksanakan pada akhir tahun 70-an. Pembicaraan antar pejabat Cina dan Inggris mulai dilaksanakan, sampai dengan pembicaraan di tingkat menteri. Hasil dari pembicaraan antar pejabat dan antar menteri tersebut di atas adalah ditandatanganinya Komunike Bersama oleh Pemimpin Cina Deng Xiaoping dan Perdana Menteri Inggris Margareth Thatcher pada waktu itu. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1982. Salah satu butir yang tercantum dalam komunike tersebut menyangkut rencana (pasti) atas pengembalian Hong Kong dari Inggris ke Cina. Sejak komunike ditandatangani maka masyarakat dunia pun mulai dapat melihat "sinar baru" di Hong Kong yang mencerminkan berbagai perasaan masyarakatnya; sedih, gembira, acuh, peduli, berharap, cemas, sendu, bebas, terikat, dan sebagainya. Pertemuan-pertemuan teknis mengenai rencana pengembalian yang masih akan dilaksanakan lima belas tahun mendatang pun (waktu itu) sudah mulai digelar; baik yang dilaksanakan di Inggris, di Cina maupun di Hong Kong sendiri. Persiapan-persiapan pun terus dilakukan sampai hari ini, sampai hari-hari terakhir berlangsungnya politik kolonial di Hong Kong.
Copyrights © 1997