Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) di perusahaan diharapkan mampu mereduksi emisi karbondioksida (CO2) sebagai gas rumah kaca yang paling dominan. Emisi CO2 dihitung dari pengadaan dan penggunaan energi yaitu penggunaan solar industri untuk boiler, penggunaan solar dan bensin untuk operasional kendaraan bermotor. Semua sumber emisi adalah sumber-sumber yang dikontrol penuh oleh perusahaan. Daya serap emisi CO2 oleh tanaman dihitung dengan pendekatan tipe tutupan vegetasi yaitu pohon (569,07 ton/ha/tahun), semak belukar (55 ton/ha/tahun) dan rumput (12 ton/ha/tahun). Luas RTH tersedia 21266,932 m2 (53 % dari luas kavling), persyaratan dari pengelola kawasan industri Jababeka minimal 7,5 % dari luas kavling. Total ada 53 jenis individu tanaman yang ada di dalam RTH dengan jenis tutupan yang dominan adalah semak. Jumlah emisi CO2 yang dihasilkan perusahaan 682,338 ton/tahun, daya serap CO2 sebesar 140,920 ton/tahun. Dalam setahun, jumlah CO2 yang belum diserap adalah 531,418 ton. Daya serap CO2 sebesar 20,65 %. Upaya yang dapat untuk meningkatkan penyerapan CO2 tanaman dengan melakukan pemupukan yang efisien, penambahan atau penggantian tanaman yang memiliki daya serap CO2 lebih tinggi dan mengatur pemangkasan tajuk agar tidak terlalu banyak. Kata kunci: Ruang terbuka hijau, emisi CO2, daya serap CO2 tanaman.
Copyrights © 2019