Desa Parakan memiliki program pembangunan berupa program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah Pusat. Rumah Tidak Layak Huni adalah hunian atau rumah tinggal yang tidak layak huni disebabkan oleh tidak cukup persyaratan baik teknis dan non teknis sebagai rumah untuk dihuni. Dalam menjalankan program ini tentunya Desa Parakan membutuhkan media informasi sebagai penujang komunikasi desa yang efektif agar program RTLH berlangsung baik. Namun pada realiatasnya di desa parakan pemanfaatan media komunikasi belum menjadi sarana utama dalam menginformasikan kegiatan desa secara keseluruhan. Temuan dari penelitian ini adalah karakteristik media informasi dimanfaatkan oleh Desa Parakan cenderung arus pesannya dua arah, melakukan komunikasi secara langsung. Menggunakan surat sebagai media informasinya, sementara itu komunikasi tidak langsung Desa Parakan menggunakan Mading, pamflet, Banner, dan juga menggunakan teknologi seperti Whatsup, Website, Blog, Facebook. Sementara itu Sumberdaya Manusia, Media Informasi serta Dimensi Budaya menjadi pemicu yang mempengaruhi dalam penyampaian informasi RTLH.
Copyrights © 2018