Kebutuhan kompetensi bahasa Jepang bagi warga Banjar Panca Bhineka, Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung bagi pelaku pariwisata mutlak diperlukan. Aspek ini penting untuk mendukung industri wisata bahari yang merupakan ikon pariwisata di daerah tersebut. Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali sebagai lembaga pendidikan vokasi mengamati perkembangan pariwisata bahari di Tanjung Benoa berkembang pesat terutama dengan kedatangan turis manca negara dalam berbagai aktivitasnya. Sementara para pelaku pariwisata belum siap menghadapi kondisi ini karena kemampuan komunikasi berbahasa asing belum memadai, salah satu sebabnya adalah, pekerjaan yang dahulu sebagai nelayan, sekarang bergeser menjadi pelaku pariwisata. Kondisi ini perlu disikapi dengan memberikan pelatihan bahasa asing khususnya bahasa Jepang yang menekankan pada komunikasi sehari-hari. Metode pembelajaran yang digunakan berbasis paradigma student centered dengan pendekatan communicative language teaching. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi komunikasi bahasa Jepang dengan cara mengenalkan suatu konteks yang relevan. Peserta setelah diberikan pelatihan sudah mampu mengucapkan bunyi ‘hatsuon’, greetings, asking thanking and saying apologies, serta bercakap-cakap: memperkenalkan diri, menyatakan kepunyaan, menyatakan skejul juga harga.
Copyrights © 2019