Silinder udara (Air cylinder) adalah salah satu komponen utama pada sistem pneumatik, dimana tenaga udara bertekanan digunakan untuk mengadakan pergerakan linier atau rotasi. Nozzle input merupakan bagian yang terpenting dari air cylinder. Untuk memperoleh nozzle yang optimum maka perlu adanya penelitian. Dalam penelitian ini, air cylinder pada sistem pneumatik menggunakan engine motor 2 tak dari “Yamaha Force One”. Busi yang semula berfungsi untuk memercikkan bunga api di dalam ruang bakar diganti dengan nozzle. Nozzle yang digunakan adalah berbentuk convergent-divergent nozzle (C-D Nozzel). Nozzle convergent-divergent ini terbuat dari bahan material baja SKD 11/AISI tipe A2 tool steel, dengan panjang nozzle 62 mm yang terdiri dari 3 bagian utama yakni bagian inlet, throatle, dan outlet. Pada bagian inlet dengan panjang 22 mm, bagian throatle dengan panjang 20 mm dan bagian outlet dengan panjang 20 mm serta diameter dari masing-masing bagian tersebut adalah diameter inlet 10 mm, diameter throatle 6 mm dan diameter outlet 12 mm. Hasil perhitungan secara teoritis dan simulasi CFD (Computational Fluid Dynamic) dengan variasi tekanan inlet dan variasi diameter outlet, maka dapat diperoleh hasil bahwa bentuk nozzle convergent-divergent dengan diameter outlet 12 mm merupakan bentuk nozzle paling optimum berdasarkan gaya dorong pada keluaran nozzle.
Copyrights © 2019