Kolaborasi antara perawat dan dokter merupakan proses interaksional yang kompleks antara kelompok-kelompok profesional yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pendidikan bersama dan kerja tim, peduli terhadap penyembuhan, otonomi perawat, dan dominasi dokter dengan praktik kolaborasi perawat-dokter, serta mengetahui perbedaan praktik kolaborasi perawat-dokter antara RSUD Sawerigading Palopo dengan RSUD Andi Djemma Masamba. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional, dengan sampel sebanyak 59 Ners dan 28 Dokter. Pengambilan sampel menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dan uji mann whitney. Hasil penelitian di RSUD Sawerigading Palopo menunjukan ada hubungan antara pendidikan bersama dan kerja tim (p=0.000), peduli terhadap penyembuhan (p=0.000), dan dominasi dokter (p=0.014) dengan praktik kolaborasi perawat-dokter, sedangkan otonomi perawat tidak ada hubungan dengan praktik kolaborasi perawat-dokter (p=0.195). Begitu halnya dengan hasil penelitian di RSUD Andi Djemma Masamba, dimana ada hubungan antara pendidikan bersama dan kerja tim (p=0.045), peduli terhadap penyembuhan (p=0.008), dan dominasi dokter (p=0.015) dengan praktik kolaborasi perawat-dokter, sedangkan otonomi perawat tidak ada hubungan dengan praktik kolaborasi perawat-dokter (p=0.431). Tidak terdapat perbedaan praktik kolaborasi perawat-dokter antara RSUD Sawerigading Palopo dengan RSUD Andi Djemma Masamba (p=0.143). Praktik kolaborasi perawat-dokter akan berjalan dengan baik apabila dokter dan perawat membangun pendidikan bersama dan kerja tim sejak awal sehingga pelayanan kesehatan kepada pasaien bisa lebih ditingkatkan.
Copyrights © 2019