Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya
Vol 3, No 2 (2019): JURNAL LITERASI OKTOBER 2019

EFEKTIVITAS MODEL TTW (THINK TALK WRITE) DALAM MATERI CERPEN DI KELAS IX (Studi kasus di SMP Negeri 3 Padaherang, Kabupaten Pangandaran)

Tridays Repelita (Universitas Buana Perjuangan Karawang)



Article Info

Publish Date
29 Oct 2019

Abstract

Dalam Kurikulum 2013 menuntut adanya sebuah pengembangan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan strategi yang efektif dan inovatif sehingga dalam proses pembelajaran dikelas mampu diimplementasikan sesuai dengan tuntutan dari kurikulum tujuan kurikulum itu sendiri. Model pembelajaran Think Talk Write (TTW) diharapkan dapat membangun mindset, merefleksi, mengorganisasi sebuah gagasan, kemudian menguji gagasan tersebut.Tindakan kelas berasal dari istilah bahasa Inggris Classroom Action Research, yang berarti penelitian yang dilakukan pada sebuah kelas untuk mengetahui akibat tindakan yang diterapkan pada suatu subyek penelitian di kelas.Peningkatan kemampuan menceritakan kembali isi dari cerpen, dapat dilihat dari hasil tes keterampilan bercerita di depan kelas yang berupa tes lisan. Peningkatan tersebut mampu dilihat dari skor rata-rata kelas pada tahap siklus 1 dan siklus 2 yang meliputi peningkatan pada setiap masing-masing aspeknya. Masing-masing aspek tersebut, yaitu (1) Aspek Pelafalan, pada aspek ini terjadi peningkatan skor sebesar 0,84. Dari skor pada siklus I sebesar 3,29 menjadi sebesar 4,13. (2) Aspek kosakata juga mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut sebesar 0,92 dari yang semula sebesar 3,21 pada siklus I menjadi sebesar 4,13 pada siklus 2. (3) Aspek struktur pada siklus I memiliki rata-rata kelas sebesar 3,00 menjadi sebesar 4,13 yang berarti terjadi peningkatan sebesar 1,13. (4) Aspek kesesuaian konten dan muatan cerita mengalami peningkatan sebesar 0,92. Skor yang diperoleh sebesar 2,96 pada siklus 1 menjadi sebesar 3,88 pada siklus II. 5) Aspek kelancaran pada siklus I skor sebesar 2,96 meningkat menjadi 4,04 yang berarti terjadi peningkatan sebesar 1,08. (6) Aspek Gaya (ekspresi) mengalami peningkatan sebesar 0,96. Hasil skor pada siklus I sebesar 3,00 menjadi 3,96 pada siklus II. (7) Aspek mengolah atau mengembangkan ide cerita mengalami peningkatan, yang semula memiliki skor pada siklus I sebesar 3,00 menjadi sebesar 4,04 pada siklus II yang artinya terdapat peningkatan sebesar 1,04.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

literasi

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Other

Description

Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya telah terindek Sinta 5 oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (RistekDikti) Republik Indonesia sebagai pencapaian untuk jurnal yang memiliki kualitas dalam manajemen dan publikasi. Selanjutnya, Literasi : Jurnal ...