Doa temasuk bagian integral, pusat dan essensi setiap agama. Sebagai homo religiosus, manusia memiliki tradisi menyangkut pemahaman, penghayatan dan cara berdoa. Di balik aktivitas berdoa, manusia menyadari bahwa kehidupan di dunia ini tidak sepenuhnya berada dalam kontrolnya. Manusia tergantung kepada YANG LAIN, yang oleh Rudolf Otto disebut mysterium tremendum et fascinosum (Misteri yang menggetarkan dan sekaligus menawan). Dalam tradisi Kristen, doa berakar dalam Kitab Suci. Perjanjian Baru, khususnya Injil, menceritakan Yesus sebagai pendoa. Secara khusus dituliskan momen istimewa ketika Yesus berdoa. Ia memilih tempat yang sunyi dan berdoa sepanjang malam. Yesus juga mengkritisi isi dan cara berdoa. Ia mengajarkan doa Bapa Kami yang menjadi salah satu doa pokok Gereja. Relasi personal dengan Allah Bapa-Nya mendasari setiap doa Yesus. Dalam artikel ini dipaparkan beberapa unsur penting dalam doa, yakni apa itu berdoa, cobaan saat berdoa, waktu dan sikap doa, cara berdoa dan menjadi doa. Gagasan tersebut diramu dari pemikiran sejumlah mistikus Kristen awal dan pandangan Bapa-bapa Gereja.
Copyrights © 2019