Social climber adalah orang yang memerankan dirinya sebagai kaum sosialita melalui aksesoris yang menempel di tubuhnya, tetapi keberadaan materinya tidak mendukung. Bagi mereka kepuasan hidup utamanya bertumpu pada hal material, akibatnya mereka pun kerap bersikap pamer dalam kehidupan sehari hari maupun di media sosial, dengan tujuan agar mendapatkan sanjungan. Corok kehidupan seperti ini harus diwaspadai karena berpotensi membuat pelakunya mengenyampingkan Tuhan. Adapun pendekatan metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode lingkaran pastoral dan studi literatur.Pelaku social climber cenderung hanya berfokus pada kenikmatan duniai. Kehidupan yang hanya mementingkan unsur-unsur materialis bagian dari keinginan duniawi sebagaimana Alkitab kemukakan. Apabila sudah menjadi pelaku social climber akan merusak jati pribadi yang bersangkutan karena ia tidak bisa menerima keadaan dirinya, akibatnya hal yang salah akan dilakukan guna tuntunan menjadi social climber. Dampak yang bisa mengakibatkan pelakunya korupsi, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu, dan tentunya ini bertentangan dari perspektif etika Kristen yang mengajaran  untuk hidup jujur dan bersyukur akan apa yang dimiliki.
Copyrights © 2019