Latar belakang : Acquired Immunedeficiency Syndrome (AIDS) adalah suatu kumpulan gejala penyakit kerusakansistem kekebalan tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan ditandai denganimunosupresi berat yang dapat menyebabkan komplikasi terjadinya anemia, yang ditandai dengan penurunaan jumlahCD4+. Sel limfosit CD4+ merupakan target utama pada infeksi HIV dimana sel ini berfungsi sentral dalam sistem imun tubuh.Pada mulanya sistem imun dapat mengendalikan infeksi HIV, semakin lama terinfeksi HIV akan menimbulkan penurunanjumlah sel limfosit CD4+ <200 sel/mm3, terganggunya homeostasis dan fungsi sel-sel lainnya dalam sistem imun tersebut.Tujuan : Mengetahui hubungan penurunan jumlah CD4+ dengan penurunan hemoglobin pada pasien terinfeksiHIV/AIS di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2014.Metode : Jumlah kadar CD4+ dan kadar hemoglobin didapatkan dari rekam medik pasien yang datang ke KlinikVCT Kanca Sehati RSUAM dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah survey analitik denganrancangan cross-sectional study.Hasil : dari 60 responden didapatkan rerata hb pada pasien terinfeksi HIV/AIDS dengan CD4+ kurang dari 50sel/mm rerata Hb 6,7 gr/dL (11,7%), CD4+ 50-99 sel/mm rerata Hb 7,1 gr/dL (40%) dan CD4+ 100-200 sel/mm rerata Hb 9,4gr/dL (48,3%). Dengan pria mendominasi sebanyak 32 (53,3%). Rentan usia terbanyak 20-30 tahun sebanyak 27 (45%).Kesimpulan : Terdapat korelasi positif antara penurunan jumlah CD4+ dengan penuruunan kadar Hb. Semakinrendah CD4+ maka terjadinya penurunan Hb semakin besar.
Copyrights © 2016