Latar Belakang : Perkuliahan, ujian, praktikum, tugas yang banyak membuat mahasiswa menjadi tidak aktif untukmelakukan olahraga sehingga menjadi kurang aktif dan dapat menurunkan kebugaran jasmani. Tingkat kebugaran dapatdiukur dengan nilai daya tahan otot. Penurunan kebugaran ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan dapatmenimbulkan berbagai penyakit, akan tetapi hal ini dapat dicegah dengan melakukan olahraga secara rutin yaitu 3 kaliseminggu atau lebih dan juga harus diperhatikan intensitas, tempo dan tipenya.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik responden yang berupa rerata usia,tinggi badan dan berat badan dan untuk mengetahui nilai daya tahan otot menggunakan sit-up test antara mahasiswa yangberolahraga rutin dengan yang jarang berolahraga di Asrama Putra Universitas Malahayati Bandar LampungMetode : Jenis penelitian ini adalah survei analitik. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 50 orang. Metodeuntuk mengukur nilai daya tahan otot adalah dengan menggunakan sit-up test. Analisis yang digunakan adalah t test untukindependent sample, dengan tingkat kepercayaan 95%, α=0,05.Hasil : Rerata usia responden 20,5 ± 1,3 tahun, berat badan 63,4 ± 8,6 kilogram, tinggi badan 169,6±5,4centimeter. Rerata nilai daya tahan otot responden yang rutin berolahraga yaitu 44,0 kali/menit termasuk ke kategori sedang,sedangkan yang jarang berolahraga yaitu 14,36 kali/menit masuk dalam kategori kurang sekali. Perbedaan rerata antarakeduanya sebesar 30,04 kali/menit. Hasil pengujian statistik didapatkan bahwa terdapat perbedaan nilai daya tahan ototyang bermakna ( p = 0,000 )Kesimpulan : Terdapat gambaran karakteristik tertentu pada responden, serta terdapat perbedaan rerata nilai dayatahan otot yang bermakna antara mahasiswa yang berolahraga rutin dengan yang jarang berolahraga di Asrama PutraUniversitas Malahayati Bandar Lampung. Sehingga responden diberi saran agar melakukan olahraga rutin 3 kali seminggu.
Copyrights © 2015