Penelitian ini di latarbelakangi dengan adanya temuan masalah di salah satu sekolah luar biasa yang berdiri di Kota Solok, yang bernama SLB Autisma YPPA. Salah satu lembaga yang melayani anak-anak berkebutuhan khusus disekitar sana. Permasalahan yang ditemukan yaitu adanya sedikit kesenjangan yang terjadi dalam proses pelaksanaan progam bina diri menggosok gigi bagi anak tunagrhaita sedang disana. Melalui grandtour yang dilakukan, ditemukan bahwa pelaksanaan progam bina diri yang dilakukan dalam kurun waktu cukup lama (kurang lebih 1-2tahun) pada satu progam bina diri tidak memiliki hasil yang sesuai dengan target yang sudah disusun sebelumnya. Cendrung hasil atau perkembangan anak sangat lambat, dan memakan waktu yang dianggap tidak wajar.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yang difokuskan kepada perencanaan progam bina diri, pengelolaan progam bina diri menggosok gigi, pengawasan dan evaluasi akhir terhadap progam, serta membahas tentang dukungan orang tua terhadap progam yang diberikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu perencanaan progam bina diri menggosok gigi disekolah tersebut sudah baik, hanya saja sedikit kurang sinkron dengan pelaksanaannya. Lalu dalam setiap proses pelaksanaan progam yang telah disusun untuk setiap anak sangat dipengaruhi oleh dukungan orang tua, dan menjadi acuan penting dalam hasil akhir dari perkembangan anak dalam pelaksanaan progam bina diri menggosok gigi ini.
Copyrights © 2019