Salah satu makanan yang berasal dari kedelai adalah tahu. Proses produksi industry tahu menghasilkan limbah cair dan limbah padat. Limbah cairnya dibuang kebadan air. Molekul organik yang terdapat dalam limbah cair industri tahu secara garis besar mengalami perombakan diantaranya nitrit (NO2-) dan nitrat (NO3-) sehingga limbah cair industri tahu yang berpotensi mencemari lingkungan.Pada penelitian ini, bambu betung (Dendrocalamus asper) digunakan sebagai karbon aktif untuk optimasi penyerapan nitrit(NO2-) dan nitrat(NO3-)dengan variasi konsentrasi dan variasi waktu kontak yaitu 1, 10, 30, 60, 90, 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif bambu betung (Dendrocalamus asper) mampu menyerap nitrat (NO3-) dan nitrit (NO2-)dengan konsentrasi optimum yaitu pada konsentrasi 12 ppm dan 1,6 ppm dengan kapasitas penyerapan sebesar 1,06 mg/g dan 0,0902 mg/g. Waktu kontak optimum dalam penyerapan Nitrat (NO3-) dan Nitrit (NO2-) dengan karbon aktif bambu yaitu pada menit 90 dan 60 ,dengan kapasitas massa yang terserap 1,093 mg/gdan 0,0825 mg/g.Data dari variasi konsentrasi penyerapan Nitrat (NO3-) dan Nitrit (NO2-) sesuai dengan persamaan isotherm Langmuir dengan R2 = 0,971 dan R2 = 0,984.
Copyrights © 2019