Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 AKI menunjukkan angka 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup(Kemenkes, 2016).Kota Semarang jumlah kematian ibu pada tahun 2015 sebanyak 35 kasus dimana penyebab kematian ibu adalah PEB/eklampsia (34%), perdarahan (28%), penyakit (26%), lain-lain (12%). Petugas surveilans kesehatan yang telah diterjunkan pemerintah untuk menurunkan AKI termasuk didalamnya adalah perawat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan studi korelasi dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang yang berada di 5 kecamatan yang memiliki jumlah kematian ibu tertinggi di Kota Semarang pada tahun 2015 sejumlah 636 orang, besar sampel sejumlah 30 orang.Hasil penelitian ibu hamil yang masuk pada trimester 2 (57,1%) dan masuk pada trimester 3 (42,9%), didapatkan hasil bahwa 71,4 % ibu hamil memiliki perilaku yang sehat, 28,6 % memiliki perilaku tidak sehat.Perawat mampu melaksanakan sebagian perannya dengan baik sebesar 43,3% dan sebanyak 56,7% kurang berperan dalam pendampingan ibu hamil.Perlu adanya perhatian khusus terhadap ibu hamil untuk mencegah terjadinya kematian, program pendampingan ibu hamil oleh petugas surveilans adalah program yang perlu dipertahankan terutama adanya perawat yang menjadi bagian dalam tim gasurkes. Kata Kunci: peran perawat; perilaku sehat; ibu hamil
Copyrights © 2017