Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Peran Perawat Sebagai Petugas Surveilans Kesehatan Dengan Perilaku Sehat Ibu Hamil Di Kota Semarang Al Jihad, Much Nurkharistna
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.001 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i2.129

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 AKI menunjukkan angka 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup(Kemenkes, 2016).Kota Semarang jumlah kematian ibu pada tahun 2015 sebanyak 35 kasus dimana penyebab kematian ibu adalah PEB/eklampsia (34%), perdarahan (28%), penyakit (26%), lain-lain (12%). Petugas surveilans kesehatan yang telah diterjunkan pemerintah untuk menurunkan AKI termasuk didalamnya adalah perawat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan studi korelasi dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang yang berada di 5 kecamatan yang memiliki jumlah kematian ibu tertinggi di Kota Semarang pada tahun 2015 sejumlah 636 orang, besar sampel sejumlah 30 orang.Hasil penelitian ibu hamil yang masuk pada trimester 2 (57,1%) dan masuk pada trimester 3 (42,9%), didapatkan hasil bahwa 71,4 % ibu hamil memiliki perilaku yang sehat, 28,6 % memiliki perilaku tidak sehat.Perawat mampu  melaksanakan sebagian perannya dengan baik sebesar 43,3% dan sebanyak 56,7% kurang berperan dalam pendampingan ibu hamil.Perlu adanya perhatian khusus terhadap ibu hamil untuk mencegah terjadinya kematian, program pendampingan ibu hamil oleh petugas surveilans adalah program yang perlu dipertahankan terutama adanya perawat yang menjadi bagian dalam tim gasurkes. Kata Kunci:  peran perawat; perilaku sehat; ibu hamil
Degree of anaemia based on treatment period, type of OAT, and BTA status in intensive-phase pulmonary tuberculosis patients Andini, Asfina; Aisah, Siti; Al Jihad, Much Nurkharistna; Soesanto, Edy
South East Asia Nursing Research Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/seanr.6.2.2024.70-78

Abstract

Pulmonary tuberculosis can cause anaemia. Anti-tuberculosis Medications (ATM) are divided into 2 types namely Fixed Dose Combination (FDC) and release. The intensive phase of ATM can cause side effects in mild, moderate, or severe anaemia. This study aims to describe the degree of anaemia in intensive-phase pulmonary TB patients based on the duration of treatment for ATM, type of ATM, and smear status. This research is a retrospective descriptive using secondary data in the form of medical records and the results of the Hb examination in the laboratory. The sampling technique used purposive sampling with inclusion criteria including drug-sensitive pulmonary TB, currently undergoing intensive phase treatment, experiencing anaemia based on the degree of anaemia according to WHO. Exclusion criteria included extrapulmonary TB, drug-resistant TB, and pregnant women. A total of 134 samples and data analysis using univariate analysis. Based on the degree of anaemia, the highest percentage of mild anaemia was during the 2nd week of treatment (60.9%), the type of ATM release (60.0%), and smear-positive (55.3%). The highest percentage of moderate anaemia was in the 6th week (100%), ATM FDC (43.6%), and smear-negative (48.4%). The highest percentage of severe anaemia was at week 8 (50.0%), ATM FDC (6.4%), and smear-negative (6.5%). Worsening of the degree of anaemia as the treatment period progresses, in patients with pulmonary TB who are taking FDC and are smear-negative.
Filial Therapy-based Family for Children Disabilities to Reduce the Family Stress in COVID-19 Pandemic Setyawati, Dewi; Al Jihad, Much Nurkharistna; Alfiyanti, Dera; Armiyati, Yunie
South East Asia Nursing Research Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/seanr.4.4.2022.1-5

Abstract

Filial therapy is a psychoeducational intervention designed to improve parent-child relationships, reduce problematic behavior in children, and reduce parental stress by including parents as therapeutic agents. Parent access-group sessions are facilitated by therapists who teach adult skills based on play therapy techniques, which parents then implement with their children under the supervision of a facilitator. The objective of this research is to determine differences in family stress between those who do Filial Therapy and those who do not receive Filial Therapy. The method used in this study is a quasi-experimental approach with a non-equivalent pre-post-test approach with a control group. Identification of respondents according to the criteria, namely families with ABK and school-age children with special needs (7-12 years) at SLB Semarang. The instrument used was a questionnaire of Perceived Stress Scale. Before treatment, the average stress level in the control group was higher than that in the intervention group, 17.25 (Standard Deviation ± 5.01). The average stress level in the control and intervention groups before Filial therapy was carried out was relatively the same at 17.25 and 16.87. In contrast, after Filial therapy was performed in both groups, the stress level decreased by 15.62 and 10.00. The analysis using the independent t-test showed differences in the reduction in stress levels in the control and intervention groups before and after Filial therapy (p-value = 0.000). Conclusion: it can be concluded that filial therapy can significantly reduce the stress level of families with children's disabilities.
Upaya Peningkatan Status Kesehatan Remaja Melalui Revitalisasi Manajemen Usaha Kesehatan Sekolah di SMPN 7 Semarang Ernawati, Ernawati; Soesanto, Edy; Aisah, Siti; Setyawati, Dewi; Al Jihad, Much Nurkharistna; Olina, Yanuan Ben
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i2.300

Abstract

Masalah kesehatan pada siswa SMPN 7 Semarang dalam 3 bulan terakhir ditemukan adanya dismenorhe, pusing, perilaku negatif siswa seperti membolos, tidak mengerjakan tugas sekolah, merokok, dan bullying. Sekolah ini memiliki komitmen melaksanakan Trias Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), namun fasilitas dan kegiatan UKS kurang memadai. Meskipun ada kegiatan lintas sektor berupa pembinaan dari pihak puskesmas, fungsi dan manfaat kegiatan UKS belum sepenuhnya dirasakan positif oleh peserta didik, begitu juga yang dirasakan oleh guru. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan merevitalisasi manajemen UKS dan meningkatkan pelayanan kesehatan sebagai upaya meningkatkan kesehatan remaja. Metode kegiatan melalui empat program meliputi: penataan manajemen UKS, rekruitmen dan membentuk kader kesehatan sekolah, pelaksanaan Trias UKS meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan penyehatan lingkungan, serta menjalin jejaring dengan  Puskesmas. Hasil pelaksanaan pendidikan kesehatan telah meningkatkan rerata skor pengetahuan tentang bahaya narkoba dan pencegahan HIV/AIDS (20 poin), bullying (26 poin), kesehatan reproduksi remaja (8 poin), CTPS (12 poin), gosok gigi yang benar (12 poin), dan makan sehat menu remaja (18 poin). Terbentuknya kader kesehatan sekolah sebanyak 65 orang untuk mendukung pelayanan kesehatan, serta penyehatan lingkungan untuk toilet bersih dan privasi yang mendukung pada manajemen kebersihan menstruasi (MKM). Hasil pengabdian ini menunjukkan pentingnya manajemen UKS untuk meningkatkan status kesehatan remaja di lingkungan sekolah.
Posyandu Remaja Berbasis Pemberdayaan Sekolah Sebagai Upaya Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di SMP Negeri 7 Kota Semarang Aisah, Siti; Al Jihad, Much Nurkharistna; Olina, Yanuan Ben; Ernawati, Ernawati; Setyawati, Dewi; Soesanto, Edy
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i2.313

Abstract

Latar belakang. Unit sekolah merupakan wadah strategis dimana terdapat populasi remaja yang mengelompok dalam tatanan sekolah. Keberadaan remaja dalam tatanan sekolah sangat efektif diberdayakan guna memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan komprehensif dan terintegrasi dalam wadah posyandu remaja. Posyandu remaja pada tatanan sekolah dalam mendukung memperluas jangkauan puskesmas pelayanan kesehatan peduli remaja dengan mengutamakan pelayanan promotif dan preventif. Tujuan dari kegiatan ini adalah terealisasinya pembentukan posyandu remaja berbasis pemberdayaan sekolah sebagai upaya pelayanan kesehatan peduli remaja di SMP Negeri 7 Kota Semarang. Metode dengan pendekatan pemberdayaan sekolah meliputi rekruitmen kader remaja, pelatihan kader remaja dan simulasi posyandu remaja, launching dan pelaksanaan posyandu remaja, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Hasil dan pembahasan.  Kegiatan pengabdian diawali koordinasi dengan pihak mitra. Kemudian dilakukan rekruitmen siswa sebagai calon kader yang selanjutnya dilakukan pelatihan kader selama 2 hari. Kader diberikan materi terkait pelaksanaan posyandu remaja, praktek simulasi posyandu remaja, praktek pengukuran tekanan darah, pengukuran lingkar lengan atas, pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, pengisian KMS, pemeriksaan fisik remaja, konseling, pengisian buku posyandu remaja. Kader yang telah dilatih untuk selanjutnya mengikuti simulasi, lounching dan pelaksanaan posyandu remaja.dengan manajemen 5 meja. Kegiatan pengabdian menghasilkan posyandu remaja wadah kesehatan anak muda SMP Negeri 7 Kota Semarang “Posrem Wakanda Spentura”. Posrem Wakanda Spentura sebagai upaya pelayanan kesehatan peduli remaja didukung oleh 54 siswa sebagai kader kesehatan sekolah dari unsur kelas VII, VIII, IX. Pengetahuan dan ketrampilan kader dalam pelaksanaan posrem mengalami peningkatan rata-rata baik 37%menjadi 87% Simpulan. Posrem Wakanda Spentura menjadi wadah kesehatan peduli remaja dan dapat meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan siswa dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan remaja pada tatanan unit sekolah.
Peningkatan Kompetensi Kader Kesehatan dalam Penanganan Balita Stunting di Kelurahan Plamongansari Aisah, Siti; Al Jihad, Much Nurkharistna; Setyawati, Dewi; Agustin, Lia; Sri Wahyuni, Dwi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v7i1.394

Abstract

Latar belakang. Masalah kesehatan stunting saat ini masih menjadi perhatian untuk diatasi dan dicegah. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi stunting dengan pendekatan pelayanan posyandu merupakan cara efektif yang berbasis masyarakat. Masyarakat dalam hal ini kader posyandu sebagai salah satu ujung tombak pelayanan posyandu untuk dapat ditingkatkan kemampuannya dalam penanganan dan pencegahan stunting. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan kemampuan kader posyandu dalam penanganan dan pencegahan stunting melalui pemberdayaan kader di RW XI Kelurahan Plamongasari Kota Semarang. Metode pemberdayaan kader meliputi brainstorming, penyegaran dan pelatihan kader posyandu, pendampingan keluarga dan kunjungan rumah keluarga balita, serta evaluasi kemampuan kader. Hasil Kegiatan pemberdayaan kader diawali koordinasi dan brainstorming dengan pihak mitra. Penyegaran dan pelatihan kader posyandu dilakukan selama 2 hari. Lingkup materi mencakup pengetahuan dan praktik/ krtrampilan. Materi Pengetahuan deteksi stunting, penanganan dan pencegahan stunting, sedangkan materi praktik / ketrampilan meliputi cara pengukuran antropometri dan memasak menu modifikasi bahan pangan lokal. Kemampuan kader sebelum dilakukan pelatihan tingkat pengetahuan kader dalam penanganan dan pencegahan stunting memasuki kategori kurang, praktik pengukuran antropometri serta  modifiksi menu bahan lokal dalam kategori kurang. Kemampuan kader  setelah dilakukan pelatihan pengetahuan kader dalam penangan dan pencegahan stunting memasuki kategori cukup, serta melakukan pengukuran antropometri dan modifikasi menu bahan pangan lokal dalam kategori cukup. Kesimpulan hasil pengabdian pemberdayaan kader posyandu dapat meningkatkan kemampuan pengetahuan serta praktik/ ketrampilan kader dalam penanganan dan pencegahan stunting pada tatanan keluarga dan masyarakat.
The Impact of Body Mass Index on Osteoarthritis Severity Levels Juhro, Siti; Al Jihad, Much Nurkharistna; Machmudah, Machmudah; Alfiyanti, Dera
Media Keperawatan Indonesia Vol 7, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.7.4.2024.276-281

Abstract

Osteoarthritis (OA) is a degenerative joint disease characterized by cartilage damage, with pain being one of the most frequent complaints among patients. Globally, approximately 151.4 million people suffer from OA, including 27.4 million in Southeast Asia, making it a leading cause of disability among adults. Body Mass Index (BMI) is a significant risk factor influencing the development and severity of OA. This study aimed to analyze the relationship between BMI and osteoarthritis severity. A descriptive cross-sectional design was employed, with data collected from medical records of 106 osteoarthritis patients, selected through total sampling. Data were analyzed using the Kolmogorov-Smirnov test for normality, followed by the Pearson correlation test for normally distributed data. The analysis revealed a significant relationship between BMI and the degree of osteoarthritis (p = 0.001, r = 0.308), indicating a low-strength correlation. These findings suggest that higher BMI is associated with increased severity of osteoarthritis. Further research and targeted interventions are recommended to manage BMI as part of osteoarthritis prevention and treatment strategies.
Penerapan Diabetes Self Management Education (DSME) Terhadap Peningkatan Manajemen Kesehatan Mandiri Pada Pasien DM Tipe 2 Rahmadani, Dafa Fidia; Al Jihad, Much Nurkharistna
Ners Muda Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i1.12959

Abstract

Penyakit DM tipe 2 perlu adanya manajemen penatalaksanaan mandiri secara baik untuk mengurangi terjadinya komplikasi. Prevalensi Diabetes Indonesia berada di peringkat kelima penderita diabetes terbanyak seluruh dunia dengan jumlah penderita sebanyak 19,47 juta orang diprediksi setiap tahun prevalensi diabetes mellitus di indonesia teruslah meningkat. Diabetes Self Management Education (DSME) yang mengintegrasikan empat pilar penatalaksanaan DM mengarahkan penderita dapat melakukan perawatan mandiri secara berkelanjutan. Tujuan dari penerapan DSME ini diharapkan pasien dan keluarga yang menderita DM mampu mengenali masalah DM, mampu mengontrol dan melakukan penatalaksanaan yang baik pada pasien DM. Metode yang digunakan pada study kasus ini adalah deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan berupa pengkajian, merumuskan masalah, membuat perencanaan, melakukan tindakan keperawatan dan evaluasi. Penatalaksanaan mandiri atau self management pada penderita DM membutuhkan 4 pilar, yaitu pendidikan kesehatan, pola makan, mengelola stres, dan terapi farmakologis.  hasil evaluasi DSME setelah 2x edukasi dan evaluasi selama 7 hari didapatkan hasil pree test Responden 58 (sedang) sedangkan post test 68 (sedang) yang artinya terjadi peningkatan manajemen kesehatan mandiri pada kedua keluarga sejumlah 10 skor. Terdapat peningkatakan manajemen kesehatan mandiri pada pasien DM tipe 2 setelah diberikan implementasi DSME selama 2x edukasi kesehatan.
Implementasi oral hygiene untuk meningkatkan nafsu makan pasien lansia dengan hematochezia melena di rumah sakit Wijdan, Syarafina Ata; Al Jihad, Much Nurkharistna; Samiasih, Amin; Yanto, Arief
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.16623

Abstract

Melena dan hematochezia merupakan gejala klinis yang disebabkan oleh pendarahan saluran pencernaan. Pendarahan ini dapat menimbulkan komplikasi lain seperti malnutrisi dan anemia. Tujuan studi kasus ini untuk menerapkan asuhan keperawatan lansia pada pasien perdarahan saluran cerna hematochezia melena dengan masalah keperawatan defisit nutrisi, dengan keluhan utama nafsu makan berkurang dan BAB berdarah hitam. Intervensi yang diberikan yaitu manajemen nutrisi meliputi identifikasi status nutrisi, oral hygiene, dan edukasi diet. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang melibatkan tiga subjek klien lansia dengan kriteria inklusi pasien dirawat inap yang menderita Melena Hematochezia dengan indeks masa tubuh < 10% dari indeks masa tubuh ideal, skor Mini Nutrional Assesment (MNA) < 17, Hb <13.0 g/dL pasien lansia dengan masalah defisit nutrisi. Intervensi dilakukan selama 3 hari. Hasil studi kasus didapatkan implementasi manajemen nutrisi dengan mengidentifikasi status nutrisi terdapat peningkatan skor MNA dan Hb pada ketiga subjek, melakukan oral hygiene pada ketiga subjek setelah tiga hari tampak bersih area gigi dan mulut. Edukasi diet terdapat peningkatan  porsi makanan  nafsu makan dan pola makan pada ketiga subjek.  Implementasi  manajemen nutrisi dengan masalah keperawatan defisit nutrisi dapat menurunkan tingkat gangguan kebutuhan nutrisi pada lansia
Meningkatkan Kesadaran Hidup Sehat Melalui Skrining Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Semarang Olina, Yanuan Ben; Ernawati, Ernawati; Aisah, Siti; Al Jihad, Much Nurkharistna; Setyawati, Dewi; Baidhowy, Arief Shofyan; Arifianto, Naufal
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v4i1.16404

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Deteksi dini dan pencegahan berbasis komunitas sangat diperlukan untuk mengurangi risiko komplikasi PTM. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mendeteksi faktor risiko PTM di lingkungan Universitas Muhammadiyah Semarang melalui skrining kesehatan dan edukasi.Kegiatan ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan melibatkan 56 peserta yang dipilih secara purposive. Skrining mencakup pengukuran tekanan darah, gula darah sewaktu, indeks massa tubuh (IMT), serta pengumpulan data demografis. Setelah skrining, peserta mendapatkan edukasi tentang pola hidup sehat. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi prevalensi faktor risiko.Hasil menunjukkan bahwa 33,9% peserta memiliki tekanan darah tinggi, 26,8% memiliki kadar gula darah sewaktu tinggi, dan 55,3% mengalami kelebihan berat badan (kegemukan dan obesitas). Mayoritas peserta memiliki IMT normal (41,1%), tetapi prevalensi obesitas kelas 1 dan 2 mencapai 16%. Hasil ini menunjukkan bahwa gaya hidup kurang sehat menjadi faktor risiko utama. Edukasi yang diberikan meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya pola makan sehat, aktivitas fisik, dan pemeriksaan kesehatan rutin.Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang deteksi dini dan pencegahan PTM. Skrining kesehatan berbasis komunitas terbukti efektif dalam mengidentifikasi faktor risiko PTM dan memberikan edukasi tentang pola hidup sehat. Program ini dapat menjadi model untuk upaya pencegahan PTM di komunitas lain, mendukung kebijakan kesehatan nasional untuk menurunkan prevalensi PTM di Indonesia.