Perisakan atau bullying seringkali menjadi buah bibir di dunia pendidikan. Utamanya bagi guru dan pelajar di level pendidikan dasar dan menengah. Hal ini tidak dapat dipungkiri menjadi berita dari masa ke masa. Seolah ada yang salah dalam penyikapannya, hal tersebut kini sepertinya terdengar sebagai hal yang dimaklumi bahkan terus terjadi. Seperti halnya yang terjadi pada seorang pelajar berinisial FF di sekolah yang berada di Bandung. Konseli sebuah sekolah swasta ini mengalami trauma akibat perisakan. Ujaran perisakan yang dilontarkan secara verbal kepadanya membuatnya malu dan rendah diri. Akibat dari perlakuan teman-temannya tersebut berdampak pada prestasi belajarnya yang merosot di sekolah. Di sinilah guru BK berperan memberikan penyikapan melalui bimbingan dan konseling agar motivasi belajarnya kembali tumbuh dan bergairah.Kata Kunci: perisakan, ujaran, sikapan.
Copyrights © 2018