Menangani persoalan eks napiter menjadi masalah besar bagi penanggulangan terorisme di Indonesia. Kembalinya mereka ke masyarakat masih menyisakan resiko, salah satunya adalah keyakinan akan ideologi radikal yang tertanam sejak berada di jaringannya. Akibatnya, eks napiter menjadi rentan untuk kembali bergabung dengan kelompok teroris, hingga melakukan aksi serupa. Terorisme berakar dari pemikiran radikal yang mengarahkan individu atau kelompok untuk melakukan aksi. Upaya yang dilakukan selama ini seperti oleh BNPT dengan program deradikalisasi belum cukup berhasil karena eks napiter merasa memiliki alur pemahaman yang berbeda. Terlebih, program deradikalisasi tersebut hanya dilakukan dalam jangka waktu tertentu karena keterbatasan sumber daya dan biaya. Karenanya, diperlukan sebuah inovasi baru yang dapat menurunkan risiko teroris bergabung kembali dengan kelompoknya dan bersifat berkelanjutan. Salah satu program alternatif yang ditawarkan adalah deradikalisasi dengan menggunakan pendekatan literasi (literacy approach) seperti dilakukan melalui program Rumah Daulat Buku (Rudalku).
Copyrights © 2019