This Author published in this journals
All Journal Kebudayaan
Musoffa Ihsan, Mochammad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN LITERASI UNTUK DERADIKALISASI TERORISME Studi Kasus Rumah Daulat Buku (RUDALKU), Komunitas Literasi untuk Eks Napi Teroris Musoffa Ihsan, Mochammad
Kebudayaan Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.475 KB) | DOI: 10.24832/jk.v14i1.283

Abstract

Menangani persoalan eks napiter menjadi masalah besar bagi penanggulangan terorisme di Indonesia. Kembalinya mereka ke masyarakat masih menyisakan resiko, salah satunya adalah keyakinan akan ideologi radikal yang tertanam sejak berada di jaringannya. Akibatnya, eks napiter menjadi rentan untuk kembali bergabung dengan kelompok teroris, hingga melakukan aksi serupa. Terorisme berakar dari pemikiran radikal yang mengarahkan individu atau kelompok untuk melakukan aksi. Upaya yang dilakukan selama ini seperti oleh BNPT dengan program deradikalisasi belum cukup berhasil karena eks napiter merasa memiliki alur pemahaman yang berbeda. Terlebih, program deradikalisasi  tersebut hanya dilakukan dalam jangka waktu tertentu karena keterbatasan sumber daya dan biaya. Karenanya, diperlukan sebuah inovasi baru yang dapat menurunkan risiko teroris bergabung kembali dengan kelompoknya dan bersifat berkelanjutan. Salah satu program alternatif yang ditawarkan adalah deradikalisasi dengan menggunakan pendekatan literasi (literacy approach) seperti dilakukan melalui program Rumah Daulat Buku (Rudalku).
PENDEKATAN LITERASI UNTUK DERADIKALISASI TERORISME STUDI KASUS RUMAH DAULAT BUKU (RUDALKU), KOMUNITAS LITERASI UNTUK EKS NAPI TERORIS Musoffa Ihsan, Mochammad
Kebudayaan Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v14i1.283

Abstract

Menangani persoalan eks napiter menjadi masalah besar bagi penanggulangan terorisme di Indonesia. Kembalinya mereka ke masyarakat masih menyisakan resiko, salah satunya adalah keyakinan akan ideologi radikal yang tertanam sejak berada di jaringannya. Akibatnya, eks napiter menjadi rentan untuk kembali bergabung dengan kelompok teroris, hingga melakukan aksi serupa. Terorisme berakar dari pemikiran radikal yang mengarahkan individu atau kelompok untuk melakukan aksi. Upaya yang dilakukan selama ini seperti oleh BNPT dengan program deradikalisasi belum cukup berhasil karena eks napiter merasa memiliki alur pemahaman yang berbeda. Terlebih, program deradikalisasi  tersebut hanya dilakukan dalam jangka waktu tertentu karena keterbatasan sumber daya dan biaya. Karenanya, diperlukan sebuah inovasi baru yang dapat menurunkan risiko teroris bergabung kembali dengan kelompoknya dan bersifat berkelanjutan. Salah satu program alternatif yang ditawarkan adalah deradikalisasi dengan menggunakan pendekatan literasi (literacy approach) seperti dilakukan melalui program Rumah Daulat Buku (Rudalku).