Indonesia merupakan negera multikultural sehingga rentan konflik antaretnis. Dalam menghindari konflik antaretnis diperlukan tingkat toleransi untuk menjaga kerukunan antaretnis. Petak Sembilan merupakan salah satu kawasan yang dapat memelihara kerukunan antaretnis karena memiliki tingkat toleransi yang tinggi. Petak Sembilan merupakan kawasan dengan mayoritas warga beretnis Tionghoa. Namun,i Petak Sembilan juga memiliki warga dari etnis selain Tionghoa salah satunya adalah etnis Jawa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep komunikasi antarbudaya, interaksi sosial oleh Gillin dan Gillin. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif studi kasus, dengan tujuan untuk mencari bentuk interaksi sosial sehingga kerukunan dapat terus terjalin dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan hasil penelitian bahwa bentuk interaksi sosial yang dianut oleh warga Petak Sembilan, khususnya yang warga etnis Tionghoa dan Jawa mengarah pada bentuk interaksi sosial proses asosiatif. Warga Petak Sembilan saling hidup rukun antarkelompok etnis walaupun terdapat perbedaan nilai yang dianut oleh masing-masing etnis. Tingginya tingkat toleransi menjadikan warga Petak Sembilan hidup rukun satu sama lain.
Copyrights © 2017