Di Indonesia, pernikahan dini (menikah di bawah usia 18 tahun) telah menjadi perdebatan dari berbagaipersepektif tetapi masih sedikit penelitian empiris yang dipublikasikan untuk mengetahui penyebab dandampak dari fenomena ini. Melalui studi ini, kami bertujuan untk mengkalkulasi prevalensi pernikahandini menggunakan data SUSENAS tahun 2010 yang merupakan data yang dapat merepresentasikan kondisiIndonesia pada tahun tersebut. Kemudian, kami menggunakan synthetic cohort analysis untuk menangkapprofil pernikahan dini di Indonesia. Hasil dari studi ini menyatakan bahwa pernikahan dini yang selamaini diasosiasikan sebagai usaha untuk keluar dari jerat kemiskinan tidak terbukti. Manfaat dari pernikahandini hanya dirasakan dalam jangka pendek dan secara jangka panjang pernikahan dini tidak membawamanfaat secara ekonomi.
Copyrights © 2013