Progran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dimulai sejal Juli 2005, telah berperan mesukseskan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun. Mulai Tahun 2009, pemerintah mengembangkan peran BOS dari perluasan ditambah peningkatan kualitas. Penelitian ini ingin mengetahui realisasi Program BOS dan dampaknya terhadap: a. beban pembiayaan orang tua murid; b. peningkatan kualitas pembelajaran; c. penanggulangan siswa putus sekolah, di Kabupaten Lombok Utara. Beban biaya pendidikan orang tua dilihat dari jenis, jumlah, dan sifat penarikan dana. Peningkatan kualitas hasil belajar dilihat dari peningkatan kelulusan dan kenaikan nilai hasil ujian nasional tiga tahun terkhir. Selanjutnya penanggulangan putus sekolah dilihat dari jumlah, sebab-sebab dan upaya penanggulangannya dengan bantuan biaya dana BOS. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif expos facto, dilakukan pada SD//MI, SMP/MTs, dan Madrasah Salafiyah Ula/ Wusthodi tiga kecamatan yaituTanjung, Kayangan, dan Bayan mewakili Kabupaten Lombok Utara(KLU),. Berdasarkan pertimbangan purposive, ditetapkan sekolah sampel dengan klaster sumber data yang terdiri dari: 1. kepala sekolah 17 orang; 2. guru 34 orang; 3. pengurus komite/ yayasan 16 orang; 4. pengawas 8 orang; 5. siswa aktif 20 orang; 6. siswa putus sekolah 23 0rang; 7. wali siswa aktif 20 orang; 8. Wali siswa putus sekolah 17 orang; 9. kepala UPTD Pendidikan3 orang, sehingga seluruhnya berjumlah 172 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: 1.Pelaksanaan program BOS pada SD/MI, SMP/MTs, dan Madrasah Salafiyah Ula/ Wustho telah sesuai Peraturan Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2012 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2013; 2. ProgramBOS telah dirasakan manfaatnya pada SD/MI, SMP/MTs, Madrasah Salafiyah Ula/Wustho; 3. Program dana BOS pada SD/MI, SMP/Mts, Madrasah Salafiyah Ula/Wustho membantu mengurangi beban pembiayaan pendidikan olehmasyarakat orang tua murid; 4. Dampak Dana BOS pada SD/MI, SMP/Mts, dan Madrasah Salafiyah Ula/ Wusthountuk peningkatan kualitas pendidikan nampak pada penyediaan sarana prasarana dan alat bantu pembelajaran, peningkatan kualitas tenaga pendidik, dan upaya peningkatan kualitas siswa; 5. Tetapi dampak bantuan dana BOS belum nampak pada peningkatan hasil belajar dan pada penanggulangan drop out pada siswa SD/MI, SMP/MTs, Madrasah Salafiyah Ula/ Wustho. Berdasarkan temuan di atas direkomendasikan beberapa perbaikan yaitu: 1. Pemerintah perlu mengatasi kelambatan penerimaan dana BOS; 2. Kepala sekolah perlu meningkatkan alokasi dana BOS menunjang kualitas proses pembelajaran, penanggulan siswa putus sekolah, meningkatkan penggunaan metode pembelajaran; 3. Pemerintah kabupaten terutama instansi pendidikan agar turut serta membina penanggulangan siswa putus sekolah.
Copyrights © 2017