Lalu Fathurrahman
Universitas 45 Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KELUARGA BERENCANA TERHADAP PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI NUSA TENGGARA BARAT Lalu Fathurrahman
Valid: Jurnal Ilmiah Vol 13 No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Empowerment emphasizes the participation, so they need to participate fully in decisionmaking processes of their lives. Participation of family planning is one of the factors that influence women's empowerment. This research aims to study the influence of the participation of family planning to women's empowerment in West Nusa Tenggara (NTB) by using the results SDKI 2007. The unit of analysis is the married women between the ages of 15-49 years who had at least one child born alive. The independent variables are: participation of family planning, Age At First Marriage, Level of Education, Employment Status, Number of Children Ideal, and the Cohort mother. Meanwhile, the independent variable is the Women's Empowerment using Binary Logistic analysis. Participation of family planning are factors that have a significant influence on the empowerment of women in the province, women who use contraceptives have a higher tendency to experience empowerment than those not using contraception. On the other hand, a variable level of education appears to have a significant influence on the chances of women experience empowerment. It is clear that education remains a factor affecting the empowerment of women. Thus the probability of occurrence of empowerment is higher in women who use contraception and highly educated (high school and above). While other variables such as age at first marriage, employment status, the ideal number of children and birth cohorts sinifikan not affect the empowerment of women. This may be because there are other factors that have a stronger influence on women's empowerment
DAMPAK BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI KABUPATEN LOMBOK UTARA (KLU) Lalu Fathurrahman
Valid: Jurnal Ilmiah Vol 14 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.567 KB) | DOI: 10.35748/valid.v14i2.39

Abstract

Progran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dimulai sejal Juli 2005, telah berperan mesukseskan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun. Mulai Tahun 2009, pemerintah mengembangkan peran BOS dari perluasan ditambah peningkatan kualitas. Penelitian ini ingin mengetahui realisasi Program BOS dan dampaknya terhadap: a. beban pembiayaan orang tua murid; b. peningkatan kualitas pembelajaran; c. penanggulangan siswa putus sekolah, di Kabupaten Lombok Utara. Beban biaya pendidikan orang tua dilihat dari jenis, jumlah, dan sifat penarikan dana. Peningkatan kualitas hasil belajar dilihat dari peningkatan kelulusan dan kenaikan nilai hasil ujian nasional tiga tahun terkhir. Selanjutnya penanggulangan putus sekolah dilihat dari jumlah, sebab-sebab dan upaya penanggulangannya dengan bantuan biaya dana BOS. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif expos facto, dilakukan pada SD//MI, SMP/MTs, dan Madrasah Salafiyah Ula/ Wusthodi tiga kecamatan yaituTanjung, Kayangan, dan Bayan mewakili Kabupaten Lombok Utara(KLU),. Berdasarkan pertimbangan purposive, ditetapkan sekolah sampel dengan klaster sumber data yang terdiri dari: 1. kepala sekolah 17 orang; 2. guru 34 orang; 3. pengurus komite/ yayasan 16 orang; 4. pengawas 8 orang; 5. siswa aktif 20 orang; 6. siswa putus sekolah 23 0rang; 7. wali siswa aktif 20 orang; 8. Wali siswa putus sekolah 17 orang; 9. kepala UPTD Pendidikan3 orang, sehingga seluruhnya berjumlah 172 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: 1.Pelaksanaan program BOS pada SD/MI, SMP/MTs, dan Madrasah Salafiyah Ula/ Wustho telah sesuai Peraturan Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2012 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2013; 2. ProgramBOS telah dirasakan manfaatnya pada SD/MI, SMP/MTs, Madrasah Salafiyah Ula/Wustho; 3. Program dana BOS pada SD/MI, SMP/Mts, Madrasah Salafiyah Ula/Wustho membantu mengurangi beban pembiayaan pendidikan olehmasyarakat orang tua murid; 4. Dampak Dana BOS pada SD/MI, SMP/Mts, dan Madrasah Salafiyah Ula/ Wusthountuk peningkatan kualitas pendidikan nampak pada penyediaan sarana prasarana dan alat bantu pembelajaran, peningkatan kualitas tenaga pendidik, dan upaya peningkatan kualitas siswa; 5. Tetapi dampak bantuan dana BOS belum nampak pada peningkatan hasil belajar dan pada penanggulangan drop out pada siswa SD/MI, SMP/MTs, Madrasah Salafiyah Ula/ Wustho. Berdasarkan temuan di atas direkomendasikan beberapa perbaikan yaitu: 1. Pemerintah perlu mengatasi kelambatan penerimaan dana BOS; 2. Kepala sekolah perlu meningkatkan alokasi dana BOS menunjang kualitas proses pembelajaran, penanggulan siswa putus sekolah, meningkatkan penggunaan metode pembelajaran; 3. Pemerintah kabupaten terutama instansi pendidikan agar turut serta membina penanggulangan siswa putus sekolah.