ABSTRACT Determination of fair replacement value in land acquisition for public interest in Lhokseumawe City is carried out by the appraisal team with due regard to physical values and non-physical values in accordance with Law No. 2 of 2012 and Indonesian Assessment Standards. The obstacles in implementing compensation for land acquisition for the construction of the Lhokseumawe City railroad are barriers originating from communities holding rights to land, buildings and plants as well as objects related to land are a lack of public awareness to participate in development and lack of understanding of the meaning of public interest, social function of land rights.Keywords : Land Acquisition, Land Assessment, Fair Replacement ValueCorrespondence to : dul.evi.07@gmail.com ABSTRAK Penetapan nilai pengganti wajar dalam pembebasan tanah untuk kepentingan umum di Kota Lhokseumawe dilakukan oleh tim appraisal dengan memperhatikan nilai fisik dan nilai non fisik sesuai dengan UU No 2 tathun 2012 dan Standar Penilaian Indonesia. Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pemberian ganti kerugian dalam pengadaan tanah untuk pembangunan rel kereta api Kota Lhokseumawe adalah hambatan yang berasal dari masyarakat pemegang hak atas tanah, bangunan dan tanaman serta benda-benda yang berkaitan dengan tanah adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk berperan serta dalam pembangunan dan kurang pemahaman terhadap arti kepentingan umum, fungsi sosial hak atas tanah.Kata kunci : Pembebasan Tanah, Penilaian Tanah, Nilai Pengganti WajarKorespondensi : dul.evi.07@gmail.com
Copyrights © 2019