Anggapan bahwa bermain gadget adalah kekinian bagi anak usia dini dan kebiasaan orang tua memfasilitasi anaknya dengan gadget akan mengurangi fungsi dan perannya dalam pengasuhan menjadi pilihan bagi orang tua jaman sekarang. Atas dasar kenyamanan bagi orang tua dari aktivitas anak yang terkadang dianggap mengganggu, orang tua mengambil langkah dan solusi yang menurutnya ampuh untuk membuat anaknya diam, yakni dengan memberinya tablet, iPhone, HP dan barang digital sejenis lainnya. Penggunaan barang-barang sejenis ini apabila tidak diimbangi dengan control, aturan dan konsekuensi yang jelas bisa membawa dampak yang kurang baik bagi perkembangan ketrampilan motorik halus anak. Aktivitas motorik halus adalah kegiatan yang melibatkan otot-otot kecil seperti jari jemari. Penggunaan barang-barang yang serba digital hanya melibatkan salah satu jari anak,misalnya jempol atau telunjuk saja yang dibantu perkembangannya. Hal ini akan menjadi masalah bagi anak ketika mereka memasuki usia prasekolah. Ketika diberikan kegiatan yang harus melibatkan semua jemarinya, tidak jarang anak yang jari-jarinya sangat kaku bahkan lemas, sehingga perlu bantuan guru untuk menyelesaikan tugas dengan baik. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif pemecahan masalah sebagai upaya untuk meningkatkan ketrampilan motorik halus anak di TK Dirgayusa. Berkaitan dengan hal itu,peneliti memilih metode ?Bermain Plastisin?. Kegiatan bermain plastisin dapat melibatkan jari jemari anak secara keseluruhan dan terkoordinasi. Gerakan tersebut meliputi meremas, menggiling, mengepal, memencet dan lain sebagainya. Kegiatan ini dilakukan oleh anak secara berulang-ulang dan sangat bermanfaat untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot-otot jemarinya untuk persiapan kegiatan yang lebih kompleks. Setelah penerapan metode bermain plastisin ini, beberapa manfaat yang bisa didapatkan secara nyata, seperti: a) Kelenturan, kekuatan dan ketrampilan motorik halus anak meningkat. b) Anak lebih mudah dan lebih percaya diri untuk melakukan aktivitas motorik halus yang lebih kompleks c) Guru lebih mudah dalam melakukan bimbingan dan penguasaan kelas d) Guru semakin termotivasi dalam mencari terobosan atau memilih metode pembelajaran yang dapat memecahkan masalah/ kesulitan belajar anak, e)Sekolah menjadi lebih dinamis dan inspiratif karena banyak timbul gagasan baru. f) Orang tua murid semakin percaya untuk menitipkan anaknya, karena guru mampu mencarikan solusi atas kesulitan belajar yang ditemui dan anak-anak tetap mendapatkan sukacita dalam belajar. Kata kunci: Motorik Halus, Bermain Plastisin
Copyrights © 2018