Pemanasan Global merupakan salah satu masalah lingkungan yang menarik perhatian baik nasional maupun internasional. Pemanasan global yang terjadi pada planet bumi ini terutama disebabkan karena bertambahnya kadar gas rumah kaca, antara lain gas metana. Sumber gas metana yang berasal dari waduk-waduk di Indonesia belum banyak diketahui. Mengingat hal tersebut, maka pada tahun 2012 telah dilakukan penelitian emisi gas metana dari Waduk Saguling, Cirata dan Jatiluhur. Metode penelitian dilakukan dengan cara pengukuran langsung di lapangan menggunakan sungkup terapung yang dihubungkan dengan alat pengukur infrared spektrometer. Pengukuran dilaksanakan dua kali, masing masing pada bulan Maret dan April yang dilakukan di 12-19 lokasi di setiap waduk (inlet, tengah, outlet waduk, serta di sumber pencemar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata emisi gas metana di Waduk Saguling, Cirata dan Jatiluhur masing-masing sebesar 1,183 g/m2/hari; 0,620 g/m2/hari dan 0,410 g/m2/hari. Nilai ini ternyata lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata di waduk-waduk di daerah tropis (Panama, Brasil, dan Guyana) yang rata-ratanya sebesar 0,300 g/m2/hari. Meskipun demikian, karena luas permukaan waduk di Indonesia jauh lebih kecil dibandingkan luas rawa dan persawahan maka dapat diperkirakan bahwa total emisi gas metana dari waduk lebih kecil dibanding total emisi dari rawa dan persawahan.
Copyrights © 2013