Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penelitian Pengolahan Air Sungai Yang Tercemar Oleh Bahan Organik Yayu Sofia
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1327.797 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v6i2.412

Abstract

In the water quality management, besides monitoring it is also need to treat polluted river water. The treatment of polluted river water can be done by physical method such as reaeration, precipitation and filtration. The research on treatment of polluted river water (River Cimuka) was conducted at Desa Sukabirus, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. There are 3 systems to be studied in this research that is reaeration, precipitation dan filtration. The result shows that the most suitable system for river water teratment is the aeration system, that is to pass to blocking wall reaeration chanel.Data from this research show that the river water treatment system can increase thedissoleved oxygen up to 300% and decreasing the organic pollutant in the form of KMnO4 value 11%, 20% of BOD and 12% of COD. The other pollutan such as suspended solid also decrease up to 26%, 23% for turbidity up to 23% and total ammonia up to 33%.
Emisi Gas Metana Dari Waduk Saguling, Cirata Dan Jatiluhur Yayu Sofia
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.486 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v9i2.154

Abstract

Pemanasan Global merupakan salah satu masalah lingkungan yang menarik perhatian baik nasional maupun internasional. Pemanasan global yang terjadi pada planet bumi ini terutama disebabkan karena bertambahnya kadar gas rumah kaca, antara lain gas metana. Sumber gas metana yang berasal dari waduk-waduk di Indonesia belum banyak diketahui. Mengingat hal tersebut, maka pada tahun 2012 telah dilakukan penelitian emisi gas metana dari Waduk Saguling, Cirata dan Jatiluhur. Metode penelitian dilakukan dengan cara pengukuran langsung di lapangan menggunakan sungkup terapung yang dihubungkan dengan alat pengukur infrared spektrometer. Pengukuran dilaksanakan dua kali, masing masing pada bulan Maret dan April yang dilakukan di 12-19 lokasi di setiap waduk (inlet, tengah, outlet waduk, serta di sumber pencemar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata emisi gas metana di Waduk Saguling, Cirata dan Jatiluhur masing-masing sebesar 1,183 g/m2/hari; 0,620 g/m2/hari dan 0,410 g/m2/hari. Nilai ini ternyata lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata di waduk-waduk di daerah tropis (Panama, Brasil, dan Guyana) yang rata-ratanya sebesar 0,300 g/m2/hari. Meskipun demikian, karena luas permukaan waduk di Indonesia jauh lebih kecil dibandingkan luas rawa dan persawahan maka dapat diperkirakan bahwa total emisi gas metana dari waduk lebih kecil dibanding total emisi dari rawa dan persawahan.