Suatu proses industri merupakan suatu sistem kerja yang saling mendukung satu sama lain daritiap-tiap bagian yang ada di dalamnya. Sistem kerja yang tidak ergonomois dalam suatu perusahaanseperti cara, sikap dan posisi kerja akan berpengaruh terhadap produktivitas, efesiensi danefektivitas pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Pada bagian pembungkusan dodol di DesaPenglatan Buleleng menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara fasilitas kerja yang digunakan olehpekerja pada bagian pembungkusan dodol, tidak sesuai dengan antropometri tubuh pekerja yangmenyebabkan keluhan sakit pada pekerja hal ini ditunjukkan dalam hasil kuesioner peta tubuh yangdilakukan setelah selesai bekerja 100% pekerja merasakan keluhan sangat sakit pada bahu, leher, punggung,pinggang, bokong, pantat, lutut, betis, kaki, dan lengan. 100% tidak merasakan sakit pada siku dan tangan.Kesemua rasa sakit yang dirasakan pekerja ini, disebabkan oleh bekerja dengan posisi duduk bersiladilantai dan menunduk dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, dilakukan perancangan dan penerapanfasilitas kerja yang sesuai dengan antropometri pekerja berupa meja dan kursi kerja. Perancangan tersebutdiambil dari pengukuran antropometri pekerja, data antropometri pekerja yang diambil untuk perancanganfasilitas kerja adalah 50-th persentil. Setelah dilakukan penerapan fasilitas kerja yang ergonomis terjadipengurangan keluhan pada pekerja setelah selesai bekerja 70%, pekerja merasakan keluhan agak sakit dan 30%nya merasakan sakit pada leher, bahu, lengan, punggung, pinggang, bokong, pantat. 80% pekerjamerasakan keluhan agak sakit dan 20% sakit pada lengan, pergelangan tangan, paha, pantat, lutut, betis dankaki. Produktifitas pekerja pada bagian pembungkusan juga terjadi peningkatan antara 15% sampai dengan 22%.
Copyrights © 2015