Senam hamil adalah latihan fisik berupa beberapa gerakan tertentu yang dilakukan khusus untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil. Berdasarkan data di Puskesmas Jagir Surabaya dari periode Januari 2015 ? Desember 2016 jumlah ibu hamil yang mengikuti program senam hamil mengalami penurunan yang besar (56,58%) dibanding dengan periode Januari 2014 ? Juni 2015 jumlah ibu yang mengikuti senam hamil mengalami peningkatan (31,24%). Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan pekerjaan ibu hamil terhadap keikutsertaan senam hamil. Metode Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik cross sectional. Populasinya adalah semua ibu hamil trimester III (?28 minggu ? 40 minggu) berjumlah 244 orang dan teknik pengambilan sample yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah 71 orang. Data diperoleh dari data sekunder dan hasil diolah dalam tabel frekuensi, tabulasi silang dan di uji dengan Chi-Square dengan ketentuan c2tabel 3,84 (a = 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memiliki tingkat pendidikan rendah tidak mengikuti senam hamil yaitu sebanyak 82,35% dan ibu yang bekerja mayoritas tidak ikut senam hamil yaitu sebanyak 77,42%. Hasil uji Chi-Square antara pendidikan dengan keikutsertaan senam hamil yaitu c2Hitung > c2Tabel (4,45 > 3,84) dan dari aspek pekerjaan didapatkan c2Hitung > c2Tabel (6,54 > 3,84). Diskusi: Dari hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan keikutsertaan senam hamil dan ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan keikutsertaan senam hamil. Oleh sebab itu, diharapkan petugas kesehatan mampu untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan dengan cara memberikan informasi pentingnya melakukan senam hamil melalui penyuluhan, diskusi atau pengadaan senam hamil rutin
Copyrights © 2018