Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi telah membunuh 9,4 juta warga dunia setiap tahunnya. Prevalensi hipertensi pada penduduk umur 18 tahun ke atas di Indonesia adalah sebesar 31,7%. DIY mempunyai prevalensi hipertensi lebih tinggi dari angka nasionalyaitu 35,8%. Spygmomanometer air raksa merupakan “gold standart†pada pengukuran tekanan darah dan memerlukan alat bantu stetoskop. Kesulitan ini menyebabkan timbulnya metode yang lebih praktis menggunakantensimeter digital tetapi keakuratan pengukuran tensimeter digital bergantung pada daya tahan baterai. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pemeriksaan tekanan darah menggunakan Spygmomanometer air raksa dan tensimeter digital. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Subyek penelitian adalah pendudukberumur 40 tahun keatas yang berkunjung di Posbindu Dusun Kopat, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling.Jumlah sampel sebanyak100 orang. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Alat pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital dibandingkan dengan spygmomanometer air raksa diperoleh nilai sensitivitas 88%, spesifisitas 86%, positif prediktif value (PPV) 87%, negatif prediktif value (NPV) 93%. Hasil uji paired t-test didapatkan nilai p-value=0,000 untuk sistol dan p-value=0,043 untuk diastol (p< 0,05). Terdapat perbedaan yang bermakna dari hasil pengukuran tekanan darah menggunakan pygmomanometer air raksa dan tensimeter digitalKata Kunci: tekanan darah, spygmomanometer air raksa, tensimeter digitalHigh blood pressure or hypertension has killed 9.4 million people worldwide every year. The prevalence of hypertension in residents aged 18 years and over in Indonesia is 31.7%. DIY has a higher prevalence of hypertension than the national figure of 35.8%. Mercury Spygmomanometer is a "gold standard" in blood pressure measurements and requires a stethoscope aid. This difficulty causes the emergence of more practical methods using digital tensimeter but the accuracy of digital tensimeter measurements depends on battery. Objectives of this research was to determine the differences in blood pressure checks using a mercury and digital tensimeter sphygmomanometer. This research used analytical research with cross sectional design. The research subjects were 40-year-old residents and above who visited Posbindu in Kopat Hamlet, Karangsari Village, Pengasih District, Kulon Progo Regency. The sampling technique uses the accidental sampling method. The total sample is 100 people. Data analysis using paired t -test. Blood pressure measuring devices using digital tensimeter compared to mercury spygmomanometer obtained a sensitivity value of 88%, 86% specificity, positive predictive value (PPV) 87%, negative predictive value (NPV) 93%. The paired t -test results obtained p-value = 0,000 for systole and p-value = 0.043 for diastole (p <0.05). There are significant differences from the results of blood pressure measurements using a mercury and digital tensimeter sphygmomanometer.Keywords: blood pressure, mercury spygmomanometer, digital tensimeter
Copyrights © 2019