Angkutan kereta api mempunyai karakteristik dalam pola pengoperasiannya satu petak blok hanya diperbolehkan dilewati oleh satu sarana kereta api yang keselamatannya dijamin oleh sistem persinyalan perkeretaapian. Sistem persinyalan existing di Indonesia saat ini menggunakan penunjuk aspek sinyal wayside dan belum dilengkapi dengan sistem peringatan dan proteksi terhadap pelanggaran aspek sinyal tidak aman / SPAD (Signal Pass At Danger) maupun pelanggaran batas kecepatan. Untuk meningkatkan keselamatan perjalanan mutlak diperlukan peralatan pemberi peringatan kepada masinis terhadap pelanggaran aspek sinyal dan pelanggaran pembatasan kecepatan. Penelitian ini membahas tentang perhitungan profil pengereman pada lokomotif diesel electric seri CC201 dan desain prototype Anti- Collition Device (ACD) dengan menggunakan sistem induksi Audio Frekuensi (AF) dengan menggunakan pengkodean Dual Tone Multiple Frequency (DTMF) serta sistem kontrol Mikrokontroller tipe Atmel AT89S52. Berdasarkan hasil analisa jarak pengereman pada kecepatan 120 Km/jam dengan menggunakan metode minden, sensor AF dipasang pada jarak 1.168,79 meter sebelum sinyal masuk. Berdasarkan hasil pengukuran intensitas sinyal yang diterima Sensor lokomotif DTMF, sinyal yang paling besar yaitu pada jarak celah antar sensor AF dengan jarak 80 mm., sedangkan untuk tingkat pembacaan paling rendah yaitu pada jarak 120mm.
Copyrights © 2018