Manusia sebagai pengemudi dan pengontrol dalam proses peradaban ini, dalammenentukan stabilitas dinamika hubungan dengan sesama dan alam sekitar. Peradabandibangun dan tercipta dari ilmu pengetahuan serta teknologi yang dikembangkan untukmemudahkan manusia mengeksplore lebih jauh kekayaan atau potensi alam. Oleh karenaitu, dimensi agama dan prilaku manusia (Behavior) mempunyai peran penting dalammere?eksi dan mengevaluasi dinamika pembangunan yang kini dan menentukan langkahkedepan, yang tentunya mencapai sebuah keseimbangan yang komprehensif, baik secaraekologis maupun non ekologis. Kajian pustaka dan pengamatan intensif dengan analisakontens dari fenomena alam maupun non alam digunakan dalam metode naskah ini,sehingga elaborasi keilmuan dalam menemukan dan membangun konseptual sangatdibutuhkan. Asumsi mengenai hubungan manusia dengan alam tidak akan tercapaikeseimbangan, bilamana paradigma pembangunan yang dibangunnya tidak mencerminkanrepresentatif kaidah-kaidah yang berlaku (hukum alam/agama). Oleh karena itu,kerusakan demi kerusakan terus mengalami peningkatan dengan tahap yang semakinmengkwatirkan, yang tentunya bentuk dan sifat kerusakan seakan telah mengarah padatahap kerusakan jiwa (spiritualitas/psikologi) yang menjadi kunci atau benteng akhir darimenata peradaban yang lebih humanis dan Islami serta berkelanjutan.Kata Kunci: Peradaban, Dimensi Agama, Keseimbangan, Psikologi dan Spiritualitas
Copyrights © 2014