Di saat ekonomi berbasis pengetahuan, pentingnya modal intelektual sebagai dari faktor keunggulan kompetitif tidak dapat diperdebatkan. Kemudian, itu adalah benar untuk sektor perbankan di mana modal intelektual sangat penting untuk pengembangan strategi canggih. Penelitian ini ditulis untuk meninjau kinerja studi kasus BNI Syriah menggunakan efisiensi modal intelektual. Penelitian ini juga didekati oleh "islamic banking nilai tambah koefisien modal intelektual (iB-VAIC) Model" yang dikembangkan oleh Ulum pada tahun 2013 untuk mengukur kinerja BNI Syariah setelah spin-off. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dari 2010-2013 adalah perhitungan skor iB-VAIC individual 3,893, 3,925, 4,327 dan 4,433. Menurut Kamath (2007), BNI Syariah untuk periode 2010-2011 dapat dikategorikan sebagai "Performer umum", dan untuk periode 2012-2013 mampu diubah menjadi sebagai "Baik Performer".
Copyrights © 2016